Tolong Hargai Cewek yang Memilih untuk Sendiri. Stop Pandang Sebelah Mata dan Menghakimi

cewek memilih untuk sendiri

Tren mayoritas para muda-mudi khususnya perempuan di zaman sekarang ini banyak sekali yang dilanda cinta sampai ada yang disebut dengan bucin alias budak cinta. Namun, ada juga yang tidak memilih menjadi kaum mayoritas pada umumnya karena mereka lebih menyukai menjadi kaum minoritas. Minoritas dalam arti, mereka justru lebih memilih sendiri. Sendiri baginya prioritas, bisa mengenal ilmu tanpa batas, bebas berekspresi mengukir mimpi dengan luas.

Advertisement

Mereka memang tak seperti  lainnya, yang setiap hari diantar jemput kuliah , makan berdua , jalan-jalan berdua. Secara tegas mereka mungkin memiliki pendirian yang berbeda dari yang lainnya. Mereka memilih jalan yang seperti itu dan lebih memilih menutup hati bagi para lelaki karena tak mau dipermainkan.

Memilih sendiri itu pilihan serta prinsip tegas yang harus diniati sepenuh hati. Bahkan bagi mereka yang menjadi seorang kakak perempuan sudah menjadi naluri tersendiri. Mereka harus bisa menjadi pedoman bagi adik-adiknya terlebih tak mungkin bisa seenak hati pergi kesana kemari dengan lelaki.

Meski demikian, mereka seperti Perempuan normal pada umumnya, mereka lantas tak menutup diri untuk berhubungan dengan lelaki untuk sekedar mempererat silahturahmi. Baginya, kesendiriannya bukan sesuatu hal yang menyeramkan atau menakutkan. Kesendirianya adalah cara untuk memberikan kesempatan bagi dirinya untuk mengembangkan potensi.

Advertisement

Memilih menyendiri untuk memperpantas diri adalah tekadnya saat ini. Perempuan baginya adalah ciptaan yang mulia, ia adalah bakal calon menjadi seorang ibu yang nantinya akan melahirkan generasi emas umat di dunia. Perempuan adalah sosok utama yang berperan penting untuk mengasuh dalam kehidupan rumah tangga. Tindak-tanduknya akan menjadi sorotan bagi anaknya kelak. Sehingga tak mungkin jika mereka sekarang menghabiskan masa muda dengan berhura-hura dimabuk asmara.

Perempuan adalah madrasah pertama bagi anaknya sehingga sudah sepantasnya perempuan lebih fokus untuk mengembangkan potensi diri sebelum menjadi ibu dan istri. Jika perempuan memiliki pandangan yang demikian bukan tidak mungkin generasi yang luar biasa akan tercipta untuk kesejahteraan umat nanti. Maafkan mereka untuk para laki-laki saat ini semoga kalian bisa memahami tekad mereka yang ingin sendiri meraih mimpi ,mereka punya misi tersendiri untuk dunia ini.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

suka baper , nulis puisi

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE