#JarakMengajarkanku untuk Tidak Mudah Menyerah Saat Hati Mulai Lelah

Jarak hampir membuatku menyerah, tetapi aku memilih untuk tetap bertahan

Hari itu aku memutuskan untuk datang lagi ke kotamu. Jika kau bertanya untuk apa aku ke sana? Jawabannya tentu saja karena aku ingin menemuimu. Sudah hampir setahun kita tak jumpa dan itu artinya sudah hampir setahun juga kita bersama tanpa saling bertatap muka. Akupun tak menyangka ternyata aku sanggup menahan rindu ini cukup lama.

Advertisement

Sejak pertama kali aku mengizinkan jarak ini ada di antara kita, ketakutan dan keraguan selalu datang membayangi.  Bahkan banyak hal sepele yang membuatku hampir menyerah selama menjalani hubungan jarak jauh ini.

Misalnya rasa iri saat aku melihat sepasang kekasih sedang berduaan  atau story teman-temanku yang sedang menghabiskan waktu bersama kekasihnya. Aku hanya bisa tersenyum kecut dan berharap juga bisa seperti mereka, menghabiskan waktu bersama orang yang dicinta. Tapi apa daya aku tak bisa.

Rasa curigapun muncul saat kau tak kunjung memberi kabar. Memang kau disana memiliki kesibukan. Tetapi apakah di sela-sela kesibukanmu tak ada waktu untuk memberi kabar padaku? Sekadar mengirimkan pesan singkat berisi kegiatan yang sedang kau lakukan itu saja sudah cukup membuatku tenang.

Advertisement

Tolong mengertilah bahwa kita dipisahkan oleh jarak. Bisa jadi kau disana menemukan seorang wanita yang bisa selalu ada di dekatmu, lalu kau memutuskan untuk meninggalkanku. Terkadang rasa curiga seperti itu dan pikiran-pikiran kau berselingkuh terlintas begitu saja dibenakku.

Ah, apalagi ketika teman-temanku mulai bertanya kapan kau akan kesini untuk menemuiku, aku hanya bisa tersenyum sambil mengangkat bahu tak tahu. Aku kesal karena tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Bahkan kau sendiripun tidak tahu kapan bisa meluangkan waktu untuk menemuiku.

Advertisement

Yah, aku sadar kau disana masih sibuk dengan kuliah dan organisasimu. Kau punya mimpi dan aku ingin membantumu mewujudkan mimpi itu, bukan untuk menghalanginya. Hanya saja teman-temanku tidak berpikir demikian. Bahkan mereka mulai ragu apakah hubungan kita bisa bertahan lama.

Begitu pula saat rasa rindu yang hebat akan dirimu mulai datang, aku hanya bisa memandang wajahmu lewat foto. Sesekali air mataku juga ikut mengalir membasahi pipi. Pernah kudengar seseorang berkata bahwa obat dari rindu adalah bertemu. Tetapi untuk menciptakan temu di antara kita tidak sesederhana itu.

Namun hari itu berbeda, aku bisa bertemu denganmu secara langsung. Jika kau tanya bagaimana perasaanku saat itu, aku sangat gugup. Beruntungnya kau bisa mencairkan suasana dengan bercerita banyak hal yang sebagian besar tidak kuingat karena aku terlalu sibuk memperhatikan dirimu.

Tanpa sadar waktu berlalu begitu cepat dan aku harus segera kembali ke kotaku. Pertemuan kita yang singkat hari itu membuatku sadar bahwa kualitas pertemuan lebih penting daripada kuantitas. Akupun belajar untuk menghargai setiap kesempatan yang ada saat bersamamu. 

Meskipun hal-hal diatas sempat membuatku ragu dan takut, tetapi jarak ini mengajarkanku untuk tidak mudah menyerah menjalani hubungan bersamamu. Banyak hal yang sudah kita lewati bersama hingga kita mampu bertahan sampai saat ini. Seandainya aku punya 1000 alasan untuk meninggalkanmu, aku hanya punya 1 alasan untuk tetap bersamamu dan alasan itu adalah karena aku mencintaimu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Hanya gadis biasa yg sedang mencoba menulis sambil menyelesaikan pendidikannya di salah satu universitas negeri di Semarang

CLOSE