Perkara jodoh memang tak pernah ada yang tahu, rahasia Sang Pencipta. Jodoh memang telah digariskan sejak kita tercipta, tapi aku berpendapat tentu ada campur tangan manusia. Bukankah wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan begitupun sebaliknya. Jika ingin memperoleh jodoh yang baik maka teruslah memperbaiki diri dan jika boleh meminta atau bahkan sedikit memaksa, aku ingin berjodoh denganmu, saling memperbaiki diri bagi satu sama lain hingga saling layak untuk berjodoh.

Sudah banyak hari yang terlewati denganmu, banyak pertengkaran yang telah kita atasi dengan kata maaf tanpa gengsi. Pertengkaran yang tercipta karena ego kita yang tak mau saling mengalah atau karena kesalahpahaman yang didiamkan lantas mengakar menjadi pertengakaran besar. Sudah berkali – kali keinginan pergi darimu dan menyudahi cerita, tapi denganmu aku menemukan seseorang yang memahamiku tanpa harus aku meminta. Seseorang yang mau menerima apa adanya aku dengan segala kurang lebihku tanpa banyak menuntut. Mungkin aku terkesan men-dikte Tuhan perkara jodoh, aku tahu itu rahasia-Nya, tapi bolehkah aku sedikit memaksa jika memang denganmu aku ingin menua bersama. Bolehkah aku sedikit memaksa Tuhan jika denganmu aku ingin berbagi kisah hidup ?

Advertisement

Aku ingin kamu yang menenangkanku saat tangisku pecah tanpa banyak bertanya sebab dibalik tangisku, karena kerap kali aku merasa cukup sesak jika menangis di bawah bantal. Aku ingin kamu yang memelukku erat saat aku takut merasa gagal karena kurang percaya dengan kemampuanku sendiri. Aku ingin kamu yang membelai lembut rambutku saat aku terbangun di tengah malam karena mimpi buruk, hingga aku tak perlu lagi menonton film sampai pagi hanya karena takut bermimpi lagi. Aku ingin kamu yang mengecup keningku di malam hari lantas tersenyum manis saat pagi hari. Sesederhana itu.

Aku bersyukur Tuhan yang mempertemukan kita di waktu yang tepat, waktu dimana kita saling menemukan dan ditemukan, waktu dimana kita memang butuh satu sama lain untuk saling menyembuhkan luka masa lalu. Aku bersyukur dipertemukan denganmu yang penyabar untuk aku yang mudah jengkel karena hal-hal sederhana. Aku bersyukur dipertemukan denganmu yang setia untuk aku yang pencemburu karena acap kali aku dikecewakan. Aku bersyukur dipertemukan denganmu yang menjadi penenang untuk aku yang terlalu mengkhawatirkan banyak hal. Aku mensyukuri keberadaanmu di setiap ceritaku.

Aku berterimakasih padamu untuk tak pernah lelah mendengarkan semua keluh kesah ku, semua cerita ku dan segala hal tentangku yang mungkin terkadang justru membuatmu jenuh, tapi dengan begitu aku bisa memastikan jika kelak aku menua, aku telah menemukan partner bercerita yang selalu setia menemaniku menikmati secangkir teh di ujung senja.

Advertisement

Perkara jodoh memang tak ada yang tahu, mungkin saja nanti kau berubah karena lelah menghadapiku, tapi untuk saat ini aku yakin denganmu jika kelak berubah aku terima lebih dan kurangmu.

Tak pernah ada yang tahu masa depan, bahkan aku tak bisa memastikan kejadian 5 menit ke depan, aku memang terlalu congkak untuk mengatakan ingin menua denganmu seolah aku bisa membuat cerita hidup versiku. Tapi untuk saat ini aku yakin denganmu. Aku ingin berjodoh denganmu, semoga semesta meng-amin-i itu, semoga rencana Tuhan sejalan dengan pintaku dan semoga tak pernah ada yang berubah darimu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya