Persahabatan Senilai 1 Juta; Trauma Part I

Marsha adalah tipe yang paling menghargai sebuah persahabatan. Dia orang yang paling care ketika sahabatnya dalam kesulitan, dia akan meluangkan banyak waktu untuk sahabatnya demi mendengarkan semua kesedihannya, paling sabar ketika menghadapi sahabatnya sedang beda persepsi olehnya. Itulah yang membuat dia akan selalu bersama orang sama dalam jangka waktu yang panjang hingga bertahun-tahun, yang dia sebut “SAHABAT”. 

Advertisement

8 tahun sudah Marsha bersahabat dengan Nayla. Nayla memiliki seorang pacar bernama Adnan, namun sedang LDR. Mendengarkan curhatan Nayla tentang pacarnya pun sudah sering kali bahkan dijadikannya bahan candaan. “Sha, adnan aku hubungin kenapa susah sekali, ya?" tanya Nayla. “Yahhh gak tau, aku bukan asistennya, selingkuh kali, hahaha," jawab Marsha. Padahal Nayla tahu disana Adnan bekerja untuk mengumpulkan biaya pernikahan mereka. “Sudahlah, jangan terlalu paranoid, disana dia nggak akan macam-macam. Positif thinking ajalah," ujar Marsha. 

Terlepas dari itu ketika Marsha ada problem Nayla juga ikut andil dalam upaya menyemangatinya kembali, entah problem orang di rumah, problem di tempat Marsha bekerja, ataupun tentang lelaki yang sedang ia kagumi. Mereka bertengkar pun ya karena cuma masalah kecil doang, seperti ketika Marsha tidak bisa menepati janjinya untuk pergi menonton, makan diluar atau mengantar dia untuk bertemu pacar Nayla.


Kalau mereka marahan ya paling tidak sampai berhari-hari


Advertisement

Pagi marah sorenya udah teguran lagi. Pernah Nayla menyatakan sesuatu kalimat pada Marsha hingga membuatnya terharu, “Sha, cuma kamu ini yang mau berteman dengan aku selama ini hingga 8 tahun, teman lain sudah pada sibuk dengan dunianya masing-masing. Makasih ya, Sha”. Marsha hanya membalasnya dengan senyuman.


Hati-hati uang bisa mengancurkan segalanya, juga persahabatan


Salah satu upaya Marsha untuk menjaga persahabatan ialah menghindari hutang diantaranya, jika punya langsung bayar sebab itu yang akan memancing perselisihan. Marsha yakin jika uang saja bisa menghancurkan tali persaudaraan, lalu apa kabarnya dengan sebuah persahabatan? Pasti akan sangat pelik. “Nay, kalau aku punya hutang tapi aku lupa, ingatkan ya," ucap Marsha. “Ah kayak sama siapa aja, haha iya iya”, jawab Nayla. Marsha juga selalu mengingatkan Nayla untuk berhati-hati dengan uang, tapi dia selalu membalasnya dengan candaan.

Sampai suatu ketika perselisihan pun muncul diantara mereka dan tidak jauh lingkupnya dari apa yang selama ini Marsha takutkan. Nayla yang kebetulan seorang pedagang kredit memberikan barang pada ibu Marsha.


sampai nilainya mendekati 1 juta


Yang dibayar cicil tiap bulan. Sebenarnya Marsha sudah merasakan filling yang nggak enak terkait transaksi ini, cuman dia berusaha untuk terus mengalihkan pikiran buruknya. Di sisi lain Nayla pernah meminjam sesuatu milik Ibu Marsha, dan kebetulan barang itu rusak ditangan Adnan (pacar Nayla), berusaha dong si Nayla untuk membela pacarnya dihadapan ibu Marsha. “Tante, itu yang rusakin bukan pacarnya saya, tapi teman saya”, bela Nayla melalui SMS pada ibu Marsha. Kemudian ibu Marsya memberikan pilihan pada Nayla, “Jika barang itu tidak bisa kamu kembalikan dengan bagus lagi, maka hutang tante ke kamu akan tante pending dulu bayarnya,” balas ibu Marsha. Sebenarnya ibu Marsha itu tahu kalau barang itu tidak bisa diperbaiki lagi, cuman dia ingin melihat etikad baik dari seorang Nayla

Untuk datang ke rumah dan minta maaf dengan baik pada ibu Marsha. Tapi Nayla juga tidak ada menunjukkan tanda-tanda ingin kerumah untuk minta maaf. Setelah berlarut-larut dan masalah semakin meruncing Marsha juga semakin emosi karena tidak bisa menerima balasan SMS serta selipan cacian di dalamnya yang tidak seharusnya dilakukan oleh sahabatnya itu pada ibunya. Marsha semakin sakit hati ditambah lagi setelah sahabat Marsha yang lain diikut sertakan dalam masalah ini. Marsha pun semakin kesini semakin melihat sifat asli sahabatnya yang dulu sangat dihargainya berubah drastis 360 derajat sangat berbeda sekali. Marsha memang memiliki prinsip


Aku bisa memaafkan jika yang kau sakiti itu aku, bukan orang yang aku sayangi


"Jadi maaf persahabatan kita cukup sampai disini aja, semoga kamu bisa belajar untuk lebih menghargai persahabatanmu yang baru nanti, Nay”, ucap Marsha dalam hati. Pelajaran bagi seorang Marsha adalah bahwa lamanya persahabatan tidak menjadikan tolak ukur sebuah hubungan sahabat bisa awet. Terkadang memang kita harus bisa melepaskan untuk kembali menerima yang lebih dan lebih baik lagi. Meskipun juga dia mulai tidak percaya atau trauma dengan arti sebuah "PERSAHABATAN".

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya