Sesosok mahluk ciptaan Tuhan, yang telah diciptakan keindahan dan keanggunannya menjadikan kamu seseorang yang penuh dengan misteri yang tak terpecahkan. Tutur kata dan senyuman bagaikan bunga yang merekah di musim semi, kamu itu adalah bunga yang tumbuh di hamparan dataran yang penuh dengan kehampaan.

Dari kejauhan itulah aku merasakan seperti melihat keanggunanmu. Ketika kata-kata tak mampu bersuara, mata tak melihat hanya ada perasaan yang terpendam dalam kesunyian. Aku hanya terkagum menikmati keindahan "sesuatu" yang begitu indah. Kekalutan perasaan menjadi kawan dalam kesepian, aku tak sanggup menatap kamu seakan aku terjebak di lintasan waktu, hanya diam membatu dalam rasa ketakutan, lidahku kelu menepis keinginan tak sanggup untuk ungkapkan.

Advertisement


Kamu adalah keindahan yang tampak dari kejauhan namun tak tersentuh.


Keindahan wujudnya mempunyai makna yang tenggelam bersama mimpi. Aku hanya hati yang mengagumi kamu dari jauh, yang terjebak bersama renyah senyumanmu. Kutenggelamkan diriku dalam hati yang paling dalam seperti dalamnya lautan.

Aku hanya pandai mengagumimu dalam diam, hanya bisa memandang wajah kamu yang begitu anggun, terpaku membeku. Seandainya waktu bisa dihentikan sedetik saja. Ingin rasanya aku melihat, menatap kamu lebih lama dan merasakan betapa jernih nya matamu.

Advertisement

Dan dari lorong sempit antara blok F, aku hanya bisa terdiam, menatap wajah nya dalam kehampaan. Maka ijinkanlah kunikmati perasaan ini sendiri mengagumimu dalam diam, karena tak mungkin untukku menciptakan keberanian dalam pertemuan untuk bertemu dengan kamu.


Biarkan aku memujamu dari kejauhan atau sekedar mencuri pandang pada wajah anggunmu


Sejenak langit dan ratusan bintang sedang menertawakan bulan yg kembali bercahaya. Kegelapan dan kesunyian malam menjadi teman di antara doa dan harapan. Terdengar lantunan binatang malam menyanyikan syair. Malam itu malam yang bukan seperti biasanya. Tak terbayangkan betapa hati ini kembali berwarna dan bercahaya. Kamu datang mengetuk hati yang hampa. Kata demi kata membentuk aksara simfoni syair yang indah dibaca.


Lantunan bunyi yang hanya senada dapat memberikan sejuta pertanyaan dan kebimbangan.


Gemulai malam membelai jiwa yang sunyi di hamparan semestanya, satu persatu merakit aksara, meski tak sempurna, meski tak bersuara, meski tak sehebat pujangga. Ketika aksara terbaris dalam gugusan langit dalam keheningan malam, aku beranikan bicara lewat aksara yang nyaris tak tersisa, namun tak jua habis ungkapkan jiwa.

Aku ingin segera aksara ini kembali bersuara menyanyikan lantunan simfoni yang merdu di hadapanmu. Waktu semakin berputar detik demi detik mewakili sejuta makna pertanyaan yang ada di benak. Setidaknya hati ini kembali bangkit dari keterpurukan asa yang membeku. Tetapi biarkanlah kebahagiaan ini kuserahkan pada waktu dan maha pemilik segalanya.


Kuyakinkan aksaraku membawa makna padamu.


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya