Tak banyak yang ku harapkan. Melihat senyum mu setiap hari sudah buat ku tenang


Kamu memang orang baik, sifatmu yang open minded dan friendly membuatmu memiliki banyak teman bahkan mungkin menjadi pengagum rahasiamu.


Kamu, untuk semua sikap baikmu dan semua perhatian kecilmu tak ingin aku menganggapnya lebih. Aku tak ingin berada dalam lingkaran kebaperan yang ku anggap tidak berguna. Sesekali aku merasa sangat dekat denganmu, perhatian dan leluconmu membuatku sangat nyaman jika berada di dekatmu. Terlebih pembawaan dirimu yang jauh lebih tenang dan dewasa dibanding denganku. Kau paham kapan harus berbicara serius dan kapan kau harus bertingkah konyol, kamu untuk semua sikap baikmu dan semua perhatian kecilmu tak ingin aku menganggapnya lebih.

Jika aku mampu berkata jujur di depanmu tentang perasaanku. Aku akan mengatakan “Aku mengagumi mu, aku tidak jatuh cinta tapi aku jatuh hati, aku terpikat pada tutur dan caramu melihat dunia,


Tapi tak mungkin aku mengatakan itu karena aku seorang wanita…


Aku tahu aku menyukaimu, diam-diam aku menaruh perasaan padamu meskipun aku sendiri tak berani membiarkan perasaan itu berkembang di dalam hati. Aku mengagumi mu. Dan rasa ini berubah menjadi sayang tapi aku takut jika perasaan ini hanya aku aja yang merasakannya. Aku takut kalau perasaan ini hanya semu semata, angin lalu. Aku takut kalau perasaan ini hanya sementara karena kita sama sama tahu hati manusia berbolak-balik sifatnya.

Andaikan kau tahu terkadang aku mengkhawatirkanmu. Dan jika kau tahu sejak aku mengenalmu, aku jadi punya hobi baru. Hobi membuatmu selalu senyum. Entah kenapa saat aku melihat senyum dan tawamu aku merasa senyum itu tulus, senyum itu membuatku tenang dan seakan aku tak pernah merasakan patah hati. Itulah kenapa ingin rasanya aku melihat senyummu terus. Aku akan melakukan apapun untuk membuatmu tersenyum dan melupakan sejenak kepenatan yang kau rasakan setelah seharian bekerja.


Untukmu yang tak pernah tahu isi hati ku


Aku sadar aku tak secantik wanita yang dulu pernah ada dalam kehidupan mu. Penampilanku sederhana tidak seperti wanita lain yang bergaya kekinian. Aku tak terlalu suka memakai make up, ya tidak seperti wanita lain. Mungkin aku memang terlalu tinggi mengkhayalkan kau menjadi milikku, suamiku, imamku, ayah dari anakku kelak. Karena jujur aku tak ingin jadi pacarmu tapi aku ingin menjadi istrimu. Aku sadar diri saja. Ku serahkan perasaanku pada Sang pemilik hati. Semoga Dia yang akan menyampaikan ketulusan ini kepadamu.

Hanya satu yang perlu kau tahu. Perlakuanku padamu tulus tanpa mengharapkan sepeser rupiah darimu, aku hanya mengharapkan bisa melihat senyummu itu saja. Melihatmu bahagia jika bertemu denganku.


Itu sudah cukup bagiku. Kau tahu, senyummu semangatku !


Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya