Bentuk pelecehan yang sedang berkembang di Jakarta disebut “Catcalling”. Ini adalah jenis pelecehan di jalanan yang terdiri dari komentar dan gerakan yang tidak diinginkan seperti membunyikan klakson, paparan, bahkan kontak fisik yang sering dilakukan oleh orang asing di tempat umum tanpa persetujuan. Pelecehan terhadap perempuan bisa terjadi di mana saja, kapan saja, pada siapa saja dalam bentuk apa saja.

Catcalling adalah masalah sosial yang menstigmatisasi perempuan agar merasa terbiasa dengan tatapan atau sautan setiap pria saat berada di pinggir jalan. Ketidaksetaraan  pun selalu mendampingi karena perempuan diharapkan untuk menoleransi komentar invasif dari pria yang tampaknya terbiasa melakukan kekerasan terhadap perempuan.

Advertisement

Sebagian besar dari perempuan harus berurusan dengan masalah ini dengan loyo dan diam karena isu ini sudah dipandang sebagai hal biasa. Pemerintah pun terbelakang dalam menyadari bahwa Catcalling terhadap perempuan adalah kejahatan. Sampai sekarang, belum ada upaya nyata dari pemerintah untuk mengembangkan strategi pencegahan atau tindakan nyata lainnya.

Yang disayangkan bukan hanya keberadaan Catcalling, tetapi juga keadaan normal yang menyertainya. Isu ini telah diabaikan sebagai norma terlalu lama dan tidak ada yang mencari solusi untuk komplikasi ini. Siapa pun yang tinggal di kota besar mengalami pelecehan di jalan setiap hari.

Bukan pemandangan asing untuk melihat perempuan diganggu ketika berjalan di depan umum. Para pelaku ini tidak mengerti bahwa catcalling menghambat mobilitas dan kemampuan seseorang untuk hidup secara penuh. Hollaback dan Cornell University menyurvei hampir 5.000 orang tentang pelecehan di jalan dan menemukan bahwa 85% orang di bawah 40 tahun telah mengambil rute pulang yang berbeda untuk menghindari pelecehan di jalan, 72% telah menggunakan moda transportasi yang berbeda.

Advertisement

Aksi-aksi ini hanya beberapa contoh dampak yang lebih dalam yang dihadapi oleh perempuan di kota metropolitan seperti Jakarta. Contoh-contoh ini seperti “menurunkan nilai” seorang perempuan dan sekaligus mengancam keselamatan mereka. Dampak ini mungkin tidak terlihat tetapi tidak boleh diabaikan.

Jika  kita percaya untuk “memperlakukan orang lain sebagaimana anda ingin diperlakukan,” maka seharusnya catcalling harus segera diakhiri karena itu melanggar kepercayaan tersebut. Kita harus terus-menerus menyembuhkan ketidakadilan sosial terlepas dari normalitasnya. Kita harus belajar untuk memperlakukan semua orang dengan benar tanpa memandang ras, atau jenis kelamin.

Sudah waktu nya semua orang bisa merasa nyaman berjalan di jalanan ibu kota.

 

 

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya