Bencana alam memanglah suatu fenomena alam yang tidak bisa diprediksi secara pasti kapan akan datang. Kemajuan teknologi memang sangat membantu orang banyak untuk bisa membuat sedikit perkiraan tentang kapan kira-kira suatu fenomena perubahan alam itu bisa terjadi. Seperti halnya fenomena bencana alam tanah longsor yang sering terjadi di wilayah daratan rendah maupun daratan tinggi dikarenakan curah hujan yang tinggi. Kondisi tanah yang terlalu basah tanpa adanya akar pepohonan hutan yang menjadi pondasi kekuatan sebuah lahan tanah menjadikan hal ini penyebab utama terjadinya longsor.

Ada tidaknya korban tergantung pada ada tidaknya area perkampungan warga di sekitarnya. Jika longsor biasanya identik dengan tanah basah, maka berbeda halnya dengan yang terjadi di Mozambik, sebuah negara di benua Afrika. Peristiwa ini terjadi di area pemukiman di Maputo di TPA Hulene timbunan sampah menimpa para warga di sana yang cukup tinggi menimbun para warga yang ada di sana.

Advertisement

Hal ini dilaporkan oleh Lusa dari agensi pemberitaan Portugal dan radio Mocambique, keduanya melaporkan bahwa 17 orang meninggal dunia akibat timbunan sampah yang menggunung ini menimpa setengah lusin dari lokasi rumah warga. Korban meninggal dunia termasuk bayi dan juga wanita. Dan sisanya masih terjebak di dalam rumah mereka saat tertimbun longsor gunung sampah ini.

Seperti yang dilaporkan oleh media CNN, tinggi gunung sampah diperkirakan mencapai 15 kaki tingginya, dan korban yang meninggal juga terdiri dari wanita dan juga bayi. Kronologi kejadiannya adalah saat hujan deras dan berlangsung cukup lama di daerah distrik Maputo area TPA Helena dan saat itu juga gunung sampah langsung menghantam rumah warga disekitar area tersebut.

TPA Helena di distrik adalah tempat bagi 1 juta orang tak mampu yang terpaksa tinggal di tempat ini dengan kontruksi rumah ala kadarnya. Ironisnya mereka yang nekat untuk tinggal di dekat area timbunan sampah tidak hanya terpaksa karena alasan kemiskinan, namun juga karena sembari makan dari sisa-sisa sampah yang tidak layak ataupun menurut mereka masih layak untuk dimakan. Menurut data CIA World Factbook.

Advertisement

Menurut laporan dari Mozambique Red Accross, 7 rumah hancur akibat longsor sampah ini. Dan saat ini badan penggalan dana bantuan untuk bencana di Mozambik sudah memberikan bantuan berupa selimut dan peralatan dapur untuk para 32 keluarga pengungsi yang untuk saat ini terpaksa tinggal di kamp pengungsian. Mengenai hal ini, para petugas penanggulangan bencana di Mozambik berusaha semaksimal mungkin untuk membantu para warga yang terkena timbunan sampah dengan bantuan alat berat untuk menyelamatkan yang masih bernyawa di bawah longsor sampah.

Terkait peristiwa ini, bencana tanah longsor yang tak lazim juga pernah terjadi di daerah Ethiopia akibat longsor dari timbunan tanah dan juga di Sri lanka di mana juga terjadi hal yang sama longsor yang terjadi karena timbunan tanah yang longsor dan menimpa pemukiman warga.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya