“Saat kamu berniat untuk berpaling dan pergi, ingatlah apa yang sudah kita capai bersama hingga titik ini…”

Hai, salamku untukmu kekasihku. Sudah lebih dari 2 tahun kita jalani hubungan kita bersama. Tidak sekali atau dua kali masalah menerpa kita dan kita tetap kuat untuk bertahan. Sebelumnya perkenalkan, aku hanyalah seorang wanita yang memiliki kekasih yang sangat aku cintai bahkan melebihi aku mencintai diriku. Ini kisahku dengan dia, kekasihku. Semoga apa yang kutulis dapat menjadi pengingat bagi kalian yang sedang dalam situasi seperti yang aku jalani.

Sayang, sepertinya baru kemarin saat kita pertama kali saling mengatakan “iya” untuk mengawali kisah ini, saat kau pertama kali mengantarkan aku pergi ke tempat bimbel saat kita masih SMA dulu. Saat kau pertama kali memegang tanganku dengan tanganmu yang dingin juga dengan raut wajah berseri-seri. KIta jalani hari-hari baru kita sebagai pasangan yang cukup membuat heboh seisi sekolah karena tidak ada seorang pun yang melihat kedekatan kita. Hubungan yang kita awali secara cukup singkat dengan hebatnya bisa bertahan hingga melebihi 2 tahun, membuat aku percaya kalo cinta itu benar adanya. Bukan hanya sekedar yang aku lihat di tv atau di internet saja.

Kamu mulai mengenalkan aku pada keluarga besarmu. Begitu pula aku yang mengenalkanmu pada keluargaku. Dengan setia, setiap hari kamu mengantarkan aku pulang walaupun saat dalam keadaan bertengkar, kamu selalu menjaga aku. Aku membantumu untuk menjadi murid yang lebih baik di sekolah. Dan Alhamdullilah, aku berhasil. Prestasiku tidak menurun dan nilaimu membaik hingga kita lulus.

Perjalananmu tidak semulus yang aku pikirkan. Sepanjang jalan hubungan kita, ada saja halangan dan masalah yang ada. Tetapi bahkan keadaan terpuruk pun kamu masih tetap ada untukku. Dan aku percaya bahwa kamu adalah pilihanku. Kamu adalah orang yang tepat untuk menjagaku. Mulai dari masalah pendidikanmu, malah aku dan mama-mu, semua kita hadapi bersama. Saat dulu restu dari orang tuaku dengan mudahnya untuk kita hingga saat cara pandang mereka terhadapmu berubah, kamu masih disana untukku. 

Kita melakukan banyak hal bersama. Hingga aku berfikir kalau kamu adalah “my first of everything” (walaupun kamu bukan yang pertama yang pernah singgah di hatiku). Aku berjanji padamu bahwa aku takkan meninggalkanmu dan meninggalkan hubungan kita. Kita akan setia dan menjaga apa yang kita miliki sampai saatnya kita menikah nanti. Aku juga ingat kalau kamu berjanji untuk bertanggung jawab atas apa yang sudah kita jalani bersama. Aku sadar, besar komitmen dan dedikasimu untuk hubungan kita hingga sejauh ini.

Advertisement

Aku memang orang yang sangat ‘clingy’ dan aku lakukan itu semua karena aku ingin menjagamu. Bahwa aku berjanji pada diriku, untuk tidak pernah meninggalkanmu dalam situasi apapun karena aku tahu, kamu juga akan melakukan hal yang sama untukku. Aku tahu dan aku percaya bahwa cinta kita kuat untuk melewati cobaan yang Tuhan berikan untuk kita. Aku percaya bahwa kamu masih akan tetap menungguku karena cintamu yang sungguh besar padaku.

Dimanapun kamu saat ini berada, aku ingin kamu tahu. Besar artimu untukku, besar harapan yang aku gantungkan padamu, karena itu aku mudah merasakan sakit yang teramat dalam saat kita dalam masalah yang besar. Tetapi sekali lagi, aku percaya padamu. Kamu adalah laki-laki terbaik yang aku pilih 2,5 tahun yang lalu dan aku takkan pernah menyesalinya. Maafkan aku kalau aku masih belum bisa mengurangi sifat ‘clingy’ yang sangat mengganggumu itu. Ketahuilah aku juga merasa sedih karena aku belum bisa menjadi yang baik untukmu. Denganmu aku belajar untuk tumbuh dewasa menjadi wanita yang lebih baik dari sebelumnya. Terima kasih atas segala hal yang sudah kamu perjuangkan selama ini untukku yang mungkin aku belum bisa membalasnya.

Tulisan ini aku persembahkan untukmu, Sayang. Aku ingin kamu tahu, saat kamu berniat untuk berpaling dan pergi, ingatlah apa yang sudah kita capai bersama hingga titik ini… Tidak sedikit dan tidak mudah apa yang sudah kita lewati. Dan apabila kita masih lebih memikirkan tentang kekurangan pasangan kita, kita tidak akan bisa ikhlas dan menerima mereka apa adanya.

Happy 2 years and a half of met Dewi, Mas! I love you with all my heart:)