Dulu, kita belajar tentang kehidupan. Bahwa itu hanya sekali dan tidak akan pernah kembali. Dulu, kita belajar tentang tersakiti dan itu sulit untuk dilewati. Kita selalu punya cerita, cerita yang mungkin sulit pernah untuk orang lain pahami. Tentang mereka yang telah berlalu dalam kehidupan kita tetapi mungkin juga masih hidup dalam pikiran kita.

Waktu boleh berlalu, tapi perasaanku padamu masih sama seperti dulu.

Advertisement

Kadang terlintas di pikiranku, bahwa kamu telah salah memilihku,karena sampai saat ini masih merasa belum bisa menjadi seperti harapanmu. Perasaan itu yg mungkin sering mengganggu hubungan kita. Aku takut cinta mu menjadi benci karena aku tak bisa menghiburmu, aku takut.

Aku ingat saat aku meragu untuk melangkah, pesona mu datang dan memaksa ku untuk memberi ruang,dan kamu pun berhasil masuk,dan menguasai sebidang ruang itu. Saat aku tak sengaja melakukan kesalahan kau marah bahkan tak jarang kau minta untuk berpisah,aku sadar bahwa kamu pasti mendambakan pasangan yg sempurna, yg selalu bisa buat kamu tenang dan tersenyum, aku tau terkadang egois itu datang dan tak bisa kita tolak.

Sekarang, kekasihmu memang bukan aku lagi, tapi yang ku tahu kau tak pernah tergeser dari hatiku. Kamu dan aku adalah entitasnya.

Advertisement

Hari-hariku yang telah terbiasa tanpa dering nada sms mu, dentang nada telepon mu, dan lembut suaramu, aku bisa tanpamu, tapi hatiku? Hatiku selalu berontak, untuk tetap menyimpan nama mu,otak ku selalu merengek untuk tetap mengingatmu, lalu apa mungkin aku bisa menghapus mu dari hidupku?

Semua tersimpan rapi sampai – dengan sendirinya – berserakan oleh lelahnya kemunafikan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya