Artikel merupakan kiriman dari pembaca Hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.

"Rasa takut kehilanganmu kini menjelma menjadi nyata, ku tak bisa menghindar, mungkin cintaku telah usai"

Awal dan akhir dari segalanya…

Awal ketika "mba temenku ada yang mau kenalan", awal ketika saya bilang kalau saya takut. Entah apa yang saya takutkan waktu itu, saya hanya merasa saya takut. Awal setelah sekian lama saya tidak bermain-main dengan hati, setelah sekian lama saya tidak pernah melibatkan perasaan ketika berkenalan dengan seseorang.

Tidak megerti kenapa bisa jadi seperti ini, tapi semakin kesini saya semakin nyaman, semakin terbiasa, dan entahlah…… saya seperti tidak ingin jauh-jauh.

Advertisement

Semakin kesini juga semakin takut kalau ini kejadian, saya tau sejak awal jarak saja sudah menjadi pengahalang, tapi hati saya yang mengharuskan untuk menjalani saja.

Dan akhirnya terjadilah sudah dan inilah yang saya takutkan, kamu pergi.

Tak tau bagaimana awalnya, tapi sebelumnya memang baik-baik saja, Telepon, Whatsapp, Video Call. Entah ada angin apa dan saya ada salah apa tiba-tiba chatting pun jadi hambar, omongan jadi dingin, dan saya seperti tak mengenal siapa yang sedang saya hadapi. Tiba-tiba berubah tanpa saya tau apa penyebabnya.

Sakit hati? Sangat.

Tapi sesakit ini pun saya masih dengan ikhlasnya menurunkan ego, merendahkan diri untuk bertanya ada apa dan memulai minta maaf walaupun saya saja tidak tau apa kesalahan yang sudah saya perbuat. Tapi apa yang saya dapat? Mengecewakan.

Mati-matian saya mencoba mengikhlaskan dan melupakan, saya harus menganggap semuanya baik baik saja, meyakinkan hati saya kalau saya bisa melewati ini, setelah sekian lama saya tidak pernah merasakan patah hati.

Kamu tau rasanya ketika kamu memercayakan hatimu pada seseorang tetapi ternyata kamu dikhianati? Marah, malu, bodoh, itu yang ada dalam pikiran saya.

Kalau jujur, tidak semudah itu melupakan dan memulai semuanya seperti sebelumnya. Dibilang berharap? Iya….. berharap semua ini hanya lelucon, berharap semua ini tidak pernah terjadi, tapi apa yang saya dapatkan? Kecewa, kecewa, kecewa.

Pada akhirnya saya sampai ke titik terendah ketika saya ditinggalkan dan dilupakan. Ketidakpedulian yang saya anggap biasa lama-lama sesak juga, lama-lama menyakitkan. Saya tidak baik-baik saja, tidak. Setelah kamu tinggalkan, saya tidak pernah baik-baik saja. Saya hanyalah seorang perempuan yang membayangkan kebahagiaan, dengan kamu tentunya. Tapi kamu jatuhkan saya dan hati saya, kamu hancurkan semuanya, dan pergi. Kamu mungkin bahagia, tapi saya hancur, dan sampai sekarang saya masih hancur.

❗1109❗