Aku pikir sudah sanggup move on dengan baik, namun sampai sekarang belum bisa sepenuhnya. Tapi dengan melihat caramu berusaha menyingkirkanku dalam hidupmu, aku baru sadar kalau kisah yang kita buat ternyata hanya untuk sementara. 

"Aku tidak bisa berbuat apa-apa, selain membiarkanmu pergi."

Advertisement

Jujur aku sengaja menjauhimu, itu karena aku berharap kamu menanyakan kabarku selagi kamu sibuk, tapi ternyata perasaan dan pikiranku selama ini salah. Mungkin perlahan-lahan kamu mengamati tingkahku yang semakin menjauh, sehingga kamu paham bahwa aku tak mengingankan kamu.

Padahal dari lubuk hatiku paling dalam, aku selalu menunggumu untuk menanyakan kabarku. Namun nyatanya kamu tidak peka dari sikapku, andai saja kamu peka dan paham maksudku, hubungan kita masih tetap terjalin dengan baik.

"Salah paham bisa terjadi karena tidak adanya komunikasi yang baik."

Advertisement

Saat ini kamu berusaha untuk menyingkirkanku dalam hidupmu, tak mengapa. Karena ini adalah kesalahan kita berdua dan aku pun tidak bisa menahanmu pergi, sebab itu adalah hakmu. Andai saja kamu lihat puisi yang pernah saya buat untukmu, di situ namamu tertera jelas dalam harapanku untukmu sangat besar. Belum sempat aku mengenalmu lebih dekat lagi, masih banyak hal yang ingin kubuat bersamamu namun kamu memilih pergi tanpa mau berjuang untukku. Waktu dan hari berganti, aku tetap menunggumu datang kepadaku namun pengertian dan ego tidak sejalan dengan hatimu.

"Padahal harapanku yang belum kuwujudkan yaitu melihatmu ketawa secara langsung terhadap candaanku dan ingin sekali kupegang tanganmu serta menyandarkan kepalaku dibahumu."

Bisa saja aku menahanmu pergi, tapi kamu harus tau mendekatimu tidak mudah, aku berjuang saat itu hingga kamu peka. Segala kekuranganmu sudah aku terima dengan baik, namun hanya karena suatu masalah "Apakah kamu harus membiarkanku pergi dan berjuang sendiri lagi?" Kadang, dibenakku muncul pertanyaan, 'Apakah kamu ini pengecut yang tidak mau mengerti perasaannya sendiri?'. Entah apa yang ada di pikiranmu, semoga lubuk hatimu yang paling dalam tersimpan jelas namaku. Ataukah kamu tertarik dengan yang lain?, jika hal itu benar, semoga dia bisa memahamimu dengan baik dan kamu juga bisa memastikan perasaanmu padanya.

Sekarang aku hanya bisa pasrah melihatmu pergi dan aku berdoa kepada Tuhan, suatu saat kita dipertemukan kembali. Aku akan mengutarakan perasaanku yang dulu tersimpan dan aku berharap siap menjadi temanmu. Jika Tuhan tidak mengizinkan kita bertemu, berarti kamu hanya kisah yang kujadikan kenangan untuk kutulis dan kusimpan.

"Aku mendoakanmu bahagia dan sehat dalam lindungan Tuhan".

Dari kisah kita ini, aku belajar bahwa suatu hubungan perlu komunikasi sehingga kesalahpahaman tidak akan pernah terjadi, tetapi kamu sudah memilih pergi dan aku hanya selalu berharap untuk bisa membuka pintu hatimu untuk datang kembali padaku. Seburuk apapun kamu tetap di hatiku ingin ada kebaikan untukmu. 

"Pertemuan kita begitu singkat, seharusnya aku sadar bahwa di setiap pertemuan akan ada perpisahan. Perpisahan inilah yang harus menjadikanku ikhlas dan melepaskanmu, maafkan aku yang belum bisa memberimu semangat di hari burukmu dan mendampingimu di hari-hari indahmu".

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya