Saya yakin kamu pasti pernah beranggapan bahwa hidup orang lain sangatlah bahagia berbeda dengan kehidupan yang kamu jalani. Mereka punya keluarga yang lengkap dan saling menyayangi, punya pasangan yang cocok untuk dijadikan calon pendamping hidup, punya kehidupan finansial yang baik mau beli apa saja gampang, pendidikan yang bagus dan lain sebagainya. Disisi lain keluargamu terpecah belah, jangankan calon pedamping hidup pacar saja tak punya, mau beli sesuatu harus nabung berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun dulu, sekolah sampai SMA aja udah bersyukur banget dan juga ngerasa hidupmu penuh masalah karena segala sesuatu tidak berjalan seperti yang kamu mau. Kamu merasa sedang memikul seluruh beban dan masalah dunia di pundakmu. Kamu merasa Tuhan tidak adil, hidupmu hanya penuh masalah dan mereka yang lain bahagia, jalan-jalan ke luar negeri, nggak punya masalah sama sekali, sedangkan kamu, nangis di pojokan sambil meratapi nasib.

Apakah kamu merasakan hal yang seperti ini sekarang? Kalau tidak syukurlah, dan kalau iya saya akan membantu mu keluar dari itu semua. Yang perlu kamu lakukan hanyalah merenungkan ini semua.

Tuhan menciptakan kamu ke dunia dengan segala kelebihan dan kekuranganmu. Setiap harinya ada berkat yang Dia berikan ke setiap orang, ada juga masalah yang muncul. Semua orang punya masalah nya masing-masing, jangan kira orang yang kelihatan sering tertawa, sering traveling kemana-mana bebas dari masalah, itu cara mereka bukan untuk menghindari masalah tapi cara mereka berdamai dengan masalah. Bagaimana cara kamu menghadapi masalah adalah kunci dari kebahagiaan yang kamu inginkan itu, jangan terlalu menyita pikiranmu dengan masalah. Masalah itu ada untuk melihat sekuat apa kita, setegar apa kita, bagaimana kita berdamai dengan masalah itu, atau malah menghasilkan lebih banyak masalah.

Dibalik orang yang terlihat bahagia tersimpan masalah pribadi mereka masing-masing, mereka mempunyai keyakinan “masalah itu konsumsi pribadi”, mereka ingin terlihat profesional dalam mengatasi masalah. Mengenai pandanganmu tentang bahagia dan masalah, seperti nya harus ada yang diubah, kamu bisa ciptakan bahagiamu dengan caramu sendiri dengan “bahan-bahan” yang tersedia saja, bila ada masalah lakukan improvisasi. Saya tidak bermaksud untuk memberitahu bahwa kalian harus pura-pura bahagia, maksud saya adalah bahagia itu ciptakan terlebih dahulu dari hati mu baru selanjutnya di ekspresimu. Segera cari solusi jangan terlalu berlarut-larut memikirkannya, masalah itu datang sepaket dengan solusinya.

Perihal kondisi keluargamu, pasangan, finansial, pendidikan itu hubungannya dengan bersyukur. Well, bila kamu menganggap itu sebagai masalah, tidak apa, artinya kamu siap dengan kehidupan yang lebih baik. Esensi dari bersyukur itu adalah berterima kasih atas apa yang kamu punya sekarang dan berterima kasih pula untuk sesuatu yang belum kamu punya. Pengorbanan kamu untuk sesuatu patut diacungi jempol dan kamu tentunya harus berterima kasih untuk itu. Berterima kasih kepadaNya untuk sesuatu yang belum kamu miliki terdengar konyol, tapi tidak terdengar konyol sama sekali bila kamu berpikir “oh iya yah, kayaknya aku belum pantas untuk itu, masih banyak yang harus diperbaiki