Kurangi Komentari Kehidupan Orang Lain. Toh Kita Nggak Pernah Tahu Apa yang Sebenarnya Terjadi

kurangi komentar hidup orang lain

Banyak orang yang tertawa terbahak-bahak tetapi dalam hatinya dia menangis. Menahan luka entah karena sosial dan atau lingkungan sekitarnya.

Banyak juga orang yang memilih bersikap dingin seakan tidak ingin ikut campur, bersikap pasif dan apatis untuk banyak hal, seolah-olah tidak peduli, tetapi jauh di lubuk hatinya iya berdoa dalam hatinya untuk orang lain.

Advertisement

Banyak juga orang yang ternyata bersikap peduli, tapi menjatuhkan dengan caranya sendiri, entah ia sadar bahwa itu salah atau tidak.

Banyak juga orang yang tulus peduli dan mendoakan yang terbaik, atau ada juga orang yang justru benar-benar tidak peduli.

Lalu harus bagaimana? Katanya bersikap egois itu tidak baik, tapi baik juga karena bahagia bukan tanggung jawab kamu atas orang lain, menjadi bahagia adalah tanggung jawab pribadi masing- masing. Semua orang punya hak penuh untuk memilih apa yang dia mau dan apa yang ingin dia tinggalkan. Begitupun kamu.

Advertisement

Boleh-boleh saja baik sama semua orang, tapi nggak banyak orang mau seperti itu.

Boleh-boleh saja tidak peduli dengan orang lain, tapi nggak banyak orang yang kayak gitu kok.

Jadi sebenarnya semua ini hanya opini, pilihan kita untuk bersikap. Kamu bisa tegas untuk diri kamu sendiri. Kamu bisa milih untuk mengambil sikap seperti apa.

Wajar kalau kamu iri atau dengki sama pencapaian orang lain, kenikmatan orang lain, karena mungkin hal- hal yang mereka dapatkan belum kamu dapatkan. Tapi tanpa sadar, dalam sunyi sana, ada banyak orang yang diam- diam iri atau dengki sama kamu.

Jangan samain kita dengan orang lain. Setiap orang melalui prosesnya menjadi hebat dengan masing- masing prosesnya. Prosesnya tumbuh, prosesnya mengembangkan diri, mengendalikan emosi, dan lain sebagainya.

Tidak ada standar bahagia di dunia ini. Karena yang menurut kamu itu hal yang mengagumkan, mungkin orang yang sudah "punya" itu menganggap hal sepele dan menaikkan lagi batasan bahagianya. Akan terus menerus seperti itu, tidak ada habisnya. Sampai akhirnya kamu sadar kalau kamu cukup. You are enough :)

Kamu hanya perlu diam sebentar saja. Ulang memori indah, ulang bagaimana saat masa-masa kamu berjuang. Jangan meratap terlalu lama, siapkan diri lagi, dan silahkan berjuang lagi!

Ini hanya soal opini, beropini tidak ada habisnya dan tidak ada standar ketentuan secara khusus batasan seperti apa opini itu ditetapkan menjadi kesimpulan. Jadi, kamu yang menguasai diri kamu sendiri, ubah mindset perlahan tapi pasti, dan hiduplah bahagia :)

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Menghayal itu menyenangkan karena bisa jadi hiburan dan motivasi dan aku suka itu : )

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE