Jika melepasmu adalah yang terbaik untuk masa depan kita, maka telah ku lepaskan dirimu, namun ijinkan aku tetap mencintaimu.

Cinta memang fitrah dari manusia yang telah ditakdirkan, namun kebanyakan kita menodai cinta tersebut dengan hal yang tidak dapat di tolerir oleh syariat. Maafkan aku yang telah diam menanggapi semua yang kau minta, itu semua tidak lain karna aku ingin menjaga fitrah ini sampai waktu jika Tuhan mempertemukan kita. Aku tidak ingin kita mengulang dosa yang sama. Cukuplah masing – masing kita mencintai seorang dengan caranya sendiri.

Advertisement

Melepaskanmu tidak semudah membalikan telapak kaki gajah

Tidak mudah melepaskanmu, saat aku berjalan memandang langit di waktu shubuh, kau pernah bercerita tentang bintang dan bergurau bersama. Apakau juga terbangun atau seperti biasa, kau selalu bangun terlambat. Memang aku merindukan kebiasaan yang biasa kita alami.

Aku tidak tahu kenapa sesulit ini, padahal kita tak pernah bertemu, bersapa, dan berkomunikasi. Terkadang aku heran, kenapa kau muncul lagi dan lagi dalam mimpi ku, sontak membuatku tersenyum, namun aku senang, aku bisa melihat dan bertemu denganmu walau dalam mimpi.

Advertisement

Mencintaimu menciptakan motivasi baru untuk masa depanku

Setelah orang tua dan keluarga besarku, motivasiku adalah dirimu. Jatuh bangun dalam membangun bisnis dari 0, bukan hal yang mudah bagiku disaat ku sendiri tanpa ada seorang yang menemani keluh kesahku. Berbeda saat kau menemaniku mencari bahan untuk di produksi, tak ada rasa lelah dan penat. Berapa kali aku harus gagal mengambil keputusan sebab tak ada yang aku ajak diskusi. Berapa sering aku merasa putus asa sebab lunturnya semangat.

Namun aku telah berhasil melawannya. Kini aku telah mencapai cita – citamu. Aku butuh waktu 1,5 tahun untuk menciptakan rumah produksi yang pernah kau mimpikan walau aku harus menyampingkan cita ku. Aku tidak tahu apakah ini semua akan kembali kepada pencitanya atau akan di miliki oleh orang lain. Namun ketahuilah, cita – citamu telah ku capai.

Aku paham saat ini kau mungkin telah membenciku sebab diam ku kepada orang – orang terdekatmu. Atau aku mungkin adalah orang yang paling tidak kau sukai, sebab melibatkan orang lain dalam masalah kita. Percayalah aku tidak sehina itu. Aku hanya belum siap untuk mengetahui dan bertemu orang yang menggantikanku. Aku memang mencintaimu dalam diam, namun cerewet saat mendoakanmu. Sebab aku tahu, kau bukan milik ku, kau hanya milik sang penciptamu. Saat aku sadar, Tuhan mempertemukan kita mungkin bukan untuk bersama namun untuk menjadi pelajaran dalam hidup kita. Aku telah mengikhlaskanmu. Entah sampai kapan umur cinta ini, aku harap tidak mengganggu ku saat kita telah bersanding dengan pilihan masing – masing.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya