Jalan panjang di dalam kehidupan kita sehari-hari tidak lebih dari untaian proses yang perlu digarap dengan serius. Kita tidak pernah tahu muara dari kehidupan kita akan berujung ke mana dan bagaimana. Kita hanya dianjurkan untuk terus meniti pada jalur yang telah digeluti.

Saya percaya bahwa kehebatan seseorang dalam melakukan sesuatu dipicu oleh sejauh mana ia dengan serius mengikuti proses demi proses.  Sesering apa seseorang melakukan sesuatu maka akan berbanding lurus dengan hasil yang digapai. Hasil tidak akan menghianati proses. Proses yang digeluti dengan baik akan berujung dengan hasil yang memuaskan pula.

Advertisement

Pada berbagai bidang profesi apa saja selalu membutuhkan energi lebih untuk memompa keterampilan diri. Tidak ada lagi pilihan lain selain melatih diri dan menggalang keterampilan untuk menjadi  lebih baik lagi.

Menulis termasuk salah satu keterampilan. Orang yang menyandarkan hidupnya pada pena yang konon tidak akan mati berawal dari proses dibentur dan dibentuk. Mereka lihai dalam menulis karena didasari oleh kebiasaan melatih diri secara terus menerus. Usai kuat dalam menghalau berbagai tantangan maka hasil baik pun akan didapati.

Saya selalu kagum dengan penulis besar tanah air yang selalu mengalir dalam urusan menulis. Sebut saja Pramoedya Ananta Toer dengan karya-karyanya yang begitu masyhur. Pramoedya Ananta Toer sudah menjadikan kata sebagai napas kehidupan. Karya-karya yang ia hasilkan berhasil membius siapa saja yang telah melahap isi bukunya. Ia telah abadi dalam tulisan, walaupun ia telah lama pergi.

Advertisement

Seperti sabda Pramoedya Ananta Toer itu sendiri, orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. Orang-orang yang menulis merupakan kumpulan dari orang-orang yang pada akhirnya akan melampaui zamannya. Buku yang mereka tulis akan abadi dalam hati para pembaca.

Menuju ke titik puncak, jalannya cuma satu: teruslah melatih diri. Saya termasuk yang tidak cepat pupus dalam urusan menulis. Ragam tema dilirik dengan berbagai sudut pandang yang kesannya mungkin terlihat urak-urakan. Intinya, kita terus berproses. Teruslah melangkah.

Bagi saya, menulis di Hipwee tidak terlepas dari proses mengasah diri menjadi lebih baik dalam menulis. Dengan sasaran pembaca Hipwee yang lebih luas, kita dapat membagi inspirasi dengan jutaan pembaca yang telah berjejaring dengan Hipwee. Alhasil, jangkauan pembaca dari tulisan-tulisan kita lebih luas. Hal ini tentu sangat berbanding terbalik ketika kita merintis blog yang susah-susah gampang untuk melirik cakupan pembaca yang konsisten.

Memilih Hipwee untuk penulis pemula bukanlah pilihan yang keliru. Apresiasi pembaca setia Hipwee dengan rutin membagikan tautan yang telah kita tulis ataupun komentar yang muncul di kolom komentar merupakan bagian dari menghargai karya kita.

Dengan terus berproses di Hipwee tentu kita telah siap untuk mengikuti berbagai proses dibentur dan dibentuk. Artinya, akan ada ragam komentar yang positif untuk menghargai karya yang kamu hasilkan, ataupun di sisi lain akan ada komentar yang negatif untuk menghakimi karyamu. Dua-duanya tidak ada yang salah. Kamu berhak menerima penghargaan, namun bukan berarti mengabaikan kritikan dari para pembaca. Segala pujian dan cacian bak mentari yang setia menemani langkahmu. Jangan cepat pupus untuk terus berkarya.  Petiklah sisi positif dari proses yang telah kamu dapati.

Pada akhirnya, semua orang bisa menjadi penulis yang baik. Asalkan kamu terus-terusan melatih diri demi mengasah kemampuan menulis. Resep klisenya yaitu banyak-banyak membaca dan menulis. Jika membaca untuk mengenal dunia, maka menulislah untuk dikenal dunia.

Selamat ulang tahun Hipwee yang ke 5. Teruslah menginspirasi anak muda Indonesia untuk menjadi lebih baik. Kami bangga memilih Hipwee sebagai rumah yang nyaman untuk melatih diri. Maju terus Hipwee untuk Indonesia yang lebih baik.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya