Beamish museum menceritakan kisah kehidupan masyarakat North east of England antara tahun 1820an hingga 1940an.

Sebagai open air museum, harga tiket masuknya £ 25, memang tidak murah, tetapi karena menggunakan bis untuk menuju ke sana, saya mendapatkan potongan harga sebesar 25% dan tiketnya berlaku selama satu tahun lho, jadi jika ingin datang lagi ke sana, tidak perlu membeli tiket lagi.

Untuk bisa mendatangi semua area tersebut, pengunjung harus naik tram atau bis yang lewat setiap 10 menit sekali di station yang ada. Semua kendaraan bentuknya masih kuno. Baru memasuki area museum, terasa suasana mesin waktu yang membawa kita ke masa Inggris ratusan tahun lalu, sampai-sampai semua objek yang ada di sekitar ingin saya abadikan dengan foto.

Advertisement

Mulai dari suasana pedesaan dengan setting tahun 1900an di masa keemasan revolusi industri batubara, melihat kehidupan sehari-hari maayarakat tambang batubara dan fasilitas yang ada di desa seperti gereja, sekolah lengkap dengan suasana ruang kelasnya, kedai makanan dan istal kuda.

Semua terlihat seperti sungguhan, karena pengunjung benar-benar disuguhkan suasana asli masa lalu, melihat pegawai museum sebagai penduduk yang sedang memberi makan ternak kuda, sedang menambang di mana pengunjung bisa melihat kereta pengangkut batu bara yang sedang beroperasi, dan ibu-ibu yang sedang memasak di dapur. Bahkan pengunjung boleh lho mencicipi kue hasil dari buatan mereka.

Atraksi selanjutnya menuju peternakan dengan setting tahun 1940an pada masa perang dunia kedua untuk melihat cerita kehidupan bagaimana pertanian dan peternakan bisa menyelamatkan kehidupan di tengah-tengah kondisi perang. Hampir sama dengan suasana pedesaan sebelumnya, pengunjung bisa memasuk tiap rumah yang ada, melihat interior di dalamnya dan kegiatan penghuni di dalamnya.

Advertisement

Kadang-kadang, kita bisa mencium bau masakan yang sedang dimasak maupun melihat penghuni rumah sedang merajut topi. Pengunjung bebas untuk mengajak ngobrol mereka dan bertanya seputar kehidupan masa lalu. Di sini terdapat peternakan babi yang salah satu babinya selalu menarik perhatian pengunjung karena sering bertengger melewati pagar kandangnya.

Menggunakan tram yang berhenti di stasiun berikutnya, sampailah di sebuah stasiun kereta Rowley yang aslinya berada dekat Consett di County Durham dengan setting masa Edwardian dan dibawa ke museum Beamish pada tahun 1976. Sebuah jembatan besi tempa melintasi jalur kereta api tersebut. Berbagai macam jenis kereta uap bisa dilihat di sekitar stasiun ini dan biasanya pada saat weekend kereta uap penumpang dijalankan di Rowley Station, pengunjung bisa ikut naik mencobanya.

Tak jauh dari Stasiun Rowley, terlihat sebuah keramaian kota Inggris bagian utara di masa perang dunia pertama. Layaknya kota pada umumnya, disini merupakan pusat semua kegiatan. Terbagi menjadi beberapa area, kawasan pertokoan dengan supermarket, toko buku, toko permen yang menjadi favorit pengunjung hingga antrian panjang, toko pakaian dan toko perkakas lengkap dengan penjual di dalamnya.

Sebuah lingkungan perumahan di sekitar pertokoan menampilkan kehidupan sehari-hari penduduknya dengan mata pencaharian berbeda. Di rumah seorang dokter gigi, pengunjung bisa mendengarkan cerita tentang cara pengobatan di masa lalu dan melihat peralatan yang digunakan. Selain itu, melihat dekorasi rumah seorang guru musik dan rumah kantor dari seorang pengacara di masa lalu.

Tak hanya itu, kegiatan perkantoran mulai dari kantor cabang dari sebuah Koran lokal, sebuah bank dimana bisa melihat uang yang digunakan di masa lalu dan ruang brangkas yang disimpan di lantai bawah, sebuah gedung pertemuan freemasonry di awal tahun 1900an. Siang itu, ketika sedang bersantai di sebuah taman kota Redman Park, saya melihat sebuah demonstrasi yang sedang berlangsung penuh dengan spanduk dan massa berada penuh di jalan. Wah, saya benar-benar sedang berada di kehidupan masa lalu masyarakat Inggris.

Puas menikmati keramaian kota, masih ada satu kawasan yang harus dilihat sebelum mengakhiri museum ini. Kali ini sebuah kawasan pedesaan Pockerley old hall yang berada di sebuah bukit dan merupakan rumah seorang petani kaya di awal tahun 1800an. Berada di bawah bukit, ada sebuah gereja yang aslinya hampir dihancurkan sebelum akhirnya di pindah ke museum ini, peternakan dan sebuah jalur kereta api uap Pockerley yang sudah ada di lokasi ini jauh sebelum Museum Beamish ini berdiri dan dahulunya digunakan untuk mengangkut tambang.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya