Di bulan Januari 2019, saya bersama dengan keluarga pergi ke Bangkok untuk pertama kalinya. Saya belum pernah ke Bangkok sebelumnya,  dan sejujurnya saya juga kurang tertarik. Di mata saya, tidak ada hal menarik yang bisa dilihat di Bangkok selain varian kuliner yang mereka punya. Namun, setelah melihat keunikan yang ada di sana, saya dapat mengubah pikiran saya mengenai negeri gajah itu.

Kami berada di sana kurang lebih satu minggu.  Saat sampai di sana, terlihat sedikit perbedaan dan lebih banyaknya kesamaan Bangkok dengan Indonesia. Tetapi tidak masalah, saya senang bertemu hal-hal baru, walaupun tidak jauh berbeda dengan Jakarta. Setelah sampai hotel, kami melanjutkan hari-hari kami dengan berbelanja dan mencari kuliner halal, sama halnya dengan turis turis lainnya.

Advertisement

Itu semua berubah saat om saya yang sedang tinggal disana mengenali kami dengan tour guide atau pemandu wisata. Pemandu wisata yang pergi bersama kami mengajak saya dan keluarga ke tempat yang biasanya tidak kami tuju di negara asing. Saya dan satu keluarga lebih menyukai berpetualang ke tempat yang dapat berfoto dengan pemandangan indah atau berbelanja. Dua aktivitas itu lah yang biasanya kami lakukan disaat pergi berlibur.

Namun, pemandu wisata ini mengajak kami sekeluarga pergi ke banyak tempat peninggalan kota Bangkok dan sekitarnya. Satu tempat yang paling merekat pada mata saya adalah saat sang pemandu mengajak kami sekeluarga keluar dari kota Bangkok dan mengunjungi istana para raja Thailand.

Advertisement

Bang Pa In Royal Palace atau juga dikenal sebagai Summer Palace adalah sebuah kompleks istana untuk kerajaan Thailand. Tempat ini terletak di pinggir Sungai Chao Praya, di distrik Bang Pa In, arah utara dari Bangkok.

Karena istana mewah ini berada di provinsi Ayutthaya, jarak yang ditempuh dari hotel di Bangkok menuju Ayutthaya mengambil waktu hampir dua jam. Sembari menjalani 60 kilometer menuju Bang Pa In Palace, waktu yang cukup lapang itu kami pakai untuk tidur di dalam bis, karena kekurangan tidur di malam sebelumnya.

Saat sudah sampai tujuan, kami diturunkan di tempat parkir mobil mobil pengunjung Summer Palace dan berjalan kurang lebih 2 menit menuju pagar depan istana mewah tersebut. Namun, sebelum masuk dan menjelajahi berbagai indahnya gedung-gedung di dalam, kami diminta untuk memakai baju yang sopan agar dapat masuk ke tempat penginapan raja-raja Thailand.

Persis di seberang pintu masuk, ada sebuah tenda yang memiliki banyak rak-rak berisi terusan baju dan selendang untuk menutup aurat. Kedua perempuan dan laki-laki hanya boleh memperlihatkan lengan dan  kepala (area muka dan rambut).

Banyak turis yang saat mengunjungi tempat wisata tersebut tidak mengetahui peraturan ini dan menyewa rok terusan yang ada di tenda depan pintu masuk istana. Di situ bisa membeli atau menyewa selendang untuk diikat di pinggang, menutupi bagian paha. Untuk menyewa satu kain harus memberi deposit THB 200, yang nanti akan dikembalikan bersama rok yang dipinjam. Saya memilih selendang hitam dengan motif gajah, yang kebetulan cocok dengan pakaian saya. Tiket masuk per orang berjumlah THB 100 atau sekitar 50,000 ribu rupiah.

Pengunjung yang datang kebanyakan memakai pemandu wisata seperti saya, tetapi jika tidak dapat memakai pemandu, terdapat juga buku panduan mengenai asal usul gedung-gedung yang berada di istana tersebut. Pemandangan rumput dan pohon pohon yang ditata dengan cantik dapat dilihat saat pertama kali memasuki istana ini. Tanaman-tanaman indah tersebut terlihat diurus dengan banyak perhatian hingga warna pada setiap tanaman terlihat sehat. Para wisatawan dapat memilih untuk berjalan-jalan di sekitar kompleks istana tersebut atau menyewa kereta golf untuk THB 200.  Kami memilih untuk menyewa dua kereta golf untuk rombongan berdelapan.

Berawal pada abad ketujuh ketika raja saat itu, Raja Prasat Thong membangun sebuah istana di tepian sungai Chao Praya di tahun 1632. Tempat ini sempat ditinggalkan selama beberapa tahun sampai Raja Chulalongkorn mengambil alih pembangunan pada tahun 1872 – 1889. Desain keseluruhan dari kompleks Bang Pa In Royal Palace ini ditata dengan keindahan dan keasrian tanaman cantik dan gedung yang terdiri dari gabungan arsitektural Thailand, Chinese dan Western. Sang raja mempelajari banyak tentang budaya tradisional barat yang membuatnya membangun Bang Pa In Royal Palace dengan berbeda gaya sepulangnya ia dari Eropa. Tak heran wisatawan berkunjung ke tempat ini untuk berfoto.

Dahulu kala, istana Bang Pa In dijadikan tempat berlibur para kerajaan Thailand saat musim panas. Di dalam, ada sekitar 25 bangunan untuk berbagai macam guna. Selain bangunan yang kecil dan sederhana sebagai tempat tinggal para kerabat atau anggota kerajaan tinggal, ada juga rumah peninggalan yang dibuat raja untuk putrinya. Istana kompleks ini juga lengkap dengan bangunan untuk berdoa, juga menara tinggi yang dibangun oleh sang raja agar Ia bisa memantau pemandangan sekitar istana tersebut. Para pengunjung dibolehkan menaiki observatory tersebut, namun hanya pada tingkat tertentu.

Singgasana dimana raja biasa duduk ada di dalam salah satu bangunan terpenting dalam kompleks tersebut, yaitu Warophat Phiman Throne Hall. Bangunan yang dibangun dengan pilar-pilar besar menjulang tinggi, memperlihatkan pengaruh kuat Yunani pada gedung tersebut. Bangunan yang di cat berwarna kuning tersebut bukan hanya terlihat Neo Classical,  namun juga terlihat desain Eropa,  gaya Swiss Chalet.

Gedung yang terlihat cukup mirip adalah gedung Utthayan Phumisathian Royal Mansion, di mana sang raja dan ratu tinggal. Kediaman ini sebenarnya pernah terbakar di tahun 1938, namun dibangun kembali oleh raja Bhumibol di lokasi yang sama dan didekor oleh perabotan dari era Napoleon II.

Istana Bang Pa In kini tidak lagi dipakai untuk tempat tinggal anggota inti keluarga kerajaan, melainkan untuk kerabat anggota keluarga kerajaan. Namun keluarga inti kerajaan masih mengunjungi istana sesekali untuk acara-acara kerajaan.

Sesudah mengelilingi dan belajar mengenai berbagai cerita dibalik gedung gedung asri dari istana kompleks tersebut, kami sekeluarga mengembalikkan kereta golf yang kami sewa, dan mengunjungi toko es krim yang terletak di sebelah pintu masuk istana. Sudah lama sejak saya berkunjung ke negeri orang dan mempelajari sejarah dan budaya yang mereka punya. Saya sangat puas akan pemandangan yang sempat saya nikmati di istana Bang Pa In. Pemandangan yang elok nan sejuk untuk dilihat selalu menggoda saya untuk berfoto dengan pemandangan tersebut. Dua jam perjalanan jadi terasa tak tersia-siakan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya