Ku mengenalmu apa adanya dirimu, pertemuan awal di Masjid dekat Asrama tempat dimana kau dinas menjadi awal pertemuan untuk kita. Menatapmu untuk pertama kali, saat itu juga aku yakin bahwa kau memang membuat ku terpukau. Hari demi hari kita lalui sebagai sepasang insan yang sedang dimabuk asmara, kita belum menjadi sepasang kekasih pada saat itu. Hingga akhirnya kau menyatakan cinta & sayang mu kepada ku. Tak begitu saja aku terima, karena terlalu singkat. Hingga akhirnya tiga bulan kita saling mengenal, tepat ditanggal 17 Agustus 2014 aku menerima cintamu. Kita awali dari tanggal itu, tepat dimana aku menerimamu sebagai kekasihku.

Semua penyataan dan omongan orang lain tentang menjadi kekasih abdi negara tak lantas aku terima begitu saja. Aku hanya percaya dan yakin kepadamu, karena niat ku dari awal serius menjalin hubungan ini hingga kita ke pelaminan nantinya, hingga kita hanya dipisahkan oleh akhir dunia ini. Kita memang tidak menjalin hubungan jarak jauh, walaupun hanya seminggu sekali bertemu karena kesibukanmu dan juga pekerjaanku yang mengharuskan ku untuk menyelesaikan pekerjaanku diluar kota.

Kita menjaga cinta kita.

Kau menjaga kehormatanku sebagai seorang kekasih abdi negara.

Aku selalu berusaha memahami setiap kegiatan yang kau jalani. Sungguh aku sangat menyayangimu. Aku sungguh jatuh hati. Kini sudah 1 tahun lebih kita menjalin & menjaga kisah cinta kita. Ku harap sampai selamanya, sampai akhirnya Tuhan memisahkan. Aku memang belum beruntung Untuk menjatuhkan hatimu Aku masih belum beruntung Namun tinggi harapanku Tuk hidup berdua denganmu Aku sempurna denganmu Ku ingin habiskan sisa umurku Tuhan jadikanlah dia jodohku Hanya dia yang membuat aku terpukau.

I wrote your name in the sand, but the waves washe it away. I wrote your name on a piece of paper but it got thrown away. I wrote your name in the sky but the wind blew it away. So I wrote your name in my heart and that's where it will stay. 

Hey Mr Soldier, Thankyou for being mine