Menyimak Kiprah Ria Miranda di Dunia Fashion Design Bersama BSI Ramadhan Fest 2021

Awalnya sempat ditentang oleh orang tua…

Nama Ria Miranda di kalangan perancang busana muslim sudah tidak terdengar asing di telinga kita. Pemilik brand Riamiranda ini masuk dalam kategori salah satu perancang busana yang telah memberikan kontribusi tren bagi Indonesia di dunia busana muslimah. Tidak heran jika hasil desainnya sangat disukai oleh hijabers di Indonesia.

Advertisement

Dalam acara Sharing Wanita Hebat – Busanaku Surgaku yang diadakan oleh BSI (Bank Syariah Indonesia) Fest 2021 dan dipandu oleh host Soraya Larasati secara virtual kemarin, Ria Miranda berkesempatan membagikan pengalamannya di dunia fashion design.

Wanita kelahiran Padang, 15 Juli 1985 ini menceritakan ketertarikannya pada dunia fashion sejak SMP. Kegemarannya dalam menggambar dan rasa kesulitan menemukan pakaian muslimah yang nyaman dipakai membuat Ria Miranda berkeinginan untuk mengenyam pendidikan di sekolah mode.

Walau pun mimpinya tersebut awalnya sempat ditentang oleh orang tuanya, hal itu tidak menyurutkan keinginan Ria Miranda tersebut. Setelah lulus dari gelar S1 Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Padang, Ria Miranda bertekad untuk merantau ke kota Jakarta untuk merealisasikan mimpinya tersebut.

Advertisement

Wanita yang sudah berhijab sejak tahun 2000 ini, merasa excited ketika akhirnya ia bisa bersekolah di ESMOD Jakarta. Setelah lulus, ia sempat bergabung di Hijaber Community bersama Dian Pelangi. Sebelum memiliki brand sendiri, ia juga pernah magang, menjadi asisten desainer, dan fashion editor di sebuah majalah muslim.

Setelah melewati berbagai fase tersebut, tahun 2009 akhirnya brand Riamiranda launching dengan misi mengangkat nilai-nilai kebaikan dari hijab sekaligus syiar. Ia juga ingin labelnya diterima oleh semua kalangan. Alasan kenapa ia memilih busana muslim sebagai tema desainnya adalah karena memang ia sudah berhijab dan ingin banyak masyarakat yang bisa memakai baju hasil dari desainnya. Selain itu ia berharap Indonesia bisa menjadi kiblat fashion muslim dunia.

Peran orang tua yang mensupport Ria Miranda sejak awal pun menjadi salah satu hal penting. Meski pun pada mulanya mereka tidak setuju, namun Ria Miranda bisa membuktikan kalau ia serius menggeluti dunianya ini.

Selain orang tua, peran suami juga tidak kalah penting. Wanita yang menikah dengan pria bernama M. Pandu Rosadi pada bulan April tahun 2011 ini, bisnisnya didukung penuh oleh suami tercinta. Terbukti dengan keputusan suaminya yang resign dari kantornya dan lebih memilih untuk menjadi partner bagi bisnis istrinya. Suaminya fokus pada manajemen bisnis sang istri, sedangkan Ria Miranda berperan sebagai kreatif.

Belum puas mengeluarkan produk busana muslim, pada tahun 2019 Ria Miranda juga kembali menelurkan karyanya di bidang life style. Karya tersebut mencakup baju olahraga, masker, face mask, dan makanan.

Walau pun sudah menghasilkan banyak karya yang bagus, bukan berarti bisnisnya tidak memiliki hambatan. Di awal membuka brandnya, produknya sempat dicap tidak bagus oleh masyarakat. Selain itu sempat beberapa kali pola hasil desainnya ditiru oleh pelaku bisnis lain yang membuat Ria Miranda sempat down.

Tapi bukan Ria Miranda namanya jika ia terus-terusan larut dalam perasaan downnya itu. Ia pun selalu mencari inspirasi lain demi menghasilkan sesuatu yang beda bagi produknya. Dan tahun ini, ia ingin membuat satu gebrakan baru yaitu menciptakan fashion yang ramah lingkungan.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa limbah pakaian adalah salah satu penyumbang limbah terbesar di dunia. Dengan gebrakannya itu, Ria Miranda berharap produknya selain bisa memberikan pengaruh pada selera masyarakat juga bisa kontribusi untuk kelestarian alam.

Ria Miranda juga memberi pesan bagi muslimah yang ingin menggeluti bisnis apa pun agar selalu diniatkan lillahi ta’ala. Jangan mudah down, cari sisi positif dari segala keadaan dan selalu meng-upgrade ilmu yang dimiliki.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Masih berusaha untuk menulis ditengah kesibukan mengurus anak

CLOSE