Pernikahan adalah tujuan akhir dari sebuah hubungan meskipun pada kenyataannya banyak hubungan yang berakhir dengan saling melepaskan, melupakan dan memilih perjalanan sendiri-sendiri. Beruntunglah mereka yang menjalin cinta untuk sebuah pernikahan dan pada akhirnya benar-benar menikah dengan orang yang dicintai.

Untukmu yang telah mantap menikah dengan pria yang mapan, sukses dan mengasihimu dengan sepenuh hati, beritahukanlah kepada suamimu kelak untuk membuatmu menyayangi mertuamu. Karena engkau mungkin lupa atau sibuk, namun bila suamimu setia memberitahukanmu maka engkau mungkin tak lupa untuk mencintai mereka di tengah kesibukanmu.

Advertisement

Saat nanti kita hidup bersama, entah aku menjadi wanita karir atau ibu rumah tangga, entah kita hidup sendiri atau bersama orangtuamu, lakukanlah hal-hal ini untukku. Lakukanlah setiap kali engkau berpikir tentang orangtuamu, di tengah sibuk dan ketakterjangkauanmu pada orangtuamu.

Saat kau dan aku menikah nanti, ingatkanlah aku untuk menghormati orang tuamu. Ingatkanlah akan tutur kataku, sopan santunku dan caraku memperlakukan orang tuanmu. Beritahukanlah aku dengan pelan dan baik saat kita hendak tidur. Bila ada hal yang kurang berkenan yang ku lakukan kepada orangtuamu, ajaklah aku untuk meminta maaf kepada mereka.

Saat kita membuat keputusan-keputusan besar dalam hidup kita, ajaklah aku ke rumah orangtuamu dan kita berdua meminta pendapat dan pertimbangan mereka. Ajaklah aku setiap kali kita menghadapi badai besar dalam pernikahan kita untuk bertemu dan meminta nasihat mereka.

Advertisement

Ceritakanlah perihal perjuangan-perjuangan mereka yang menjadikanmu pria yang aku kenal hari ini, pria mapan dengan pernghasilan yang mampu menghidupiku, ceritakanlah sesering mungkin kepadaku agar aku mengingatnya dengan baik setiap hari.

Juga kepada anak-anak kita kelak, ceritakanlah kepada mereka saat engkau sedang bermain bersama mereka. Agar mereka mengetahui bahwa di balik kebahagiaan ayahnya, kita dan mereka, ada orangtuamu yang susah payah membahagiakanmu sedari kecil.

Mintalah aku mengunjungi orangtuamu saat engkau sibuk. Mintalah aku sesering mungkin untuk membawa anak-anak kita bermalam bersama kakek dan neneknya. Membawa makanan yang nereka sukai, membelikan mereka pakian dan membereskan rumah mereka yang berantakan.

Saat engkau mendapat rezeki, bonus dan lain-lain, katakanlah kepadaku untuk membaginya dengan orangtuamu saat aku lupa. Beritahukanlah kepadaku tanpa sungkan dan jangan menunda hingga aku lupa. Jika yang ku beri terlampau sedikit, katakanlah agar aku menambahnya.

Saat mereka sakit, engkau boleh memintaku untuk merawat mereka. Beritahukanlah padaku dan kita merawat mereka bersama-sama. Saat mereka sudah renta dan tak dapat melakukan apapun lagi, ingatkanlah aku untuk membawa mereka ke rumah kita.

Jika engkau menjadi sukses karena cinta mereka, ajarilah aku mencintai mereka hingga sukses di sisa usia mereka. Jika engkau bahagia karena kasih sayang mereka, tuntunlah aku untuk mengasihi mereka tanpa batas.

Ajaklah aku untuk berdoa bersama anak-anak kita agar Tuhan melindungi dan memberikan mereka kesehatan dan umur yang panjang agar kita masih terus punya waktu untuk mengasihi mereka. Sebab dahulu, merekalah yang selalu minta pada Tuhan untuk memberimu kebahagiaan.

Sebab aku mengenalmu saat engkau sudah mapan dan dewasa, namun merekalah yang menggadaikan kebahagiaan-kebahagiaan mereka untuk menjadikanmu pria yang aku kenal hari ini.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya