Pernahkah kalian mendengar mengenai Hiu yang besarnya melebihi Hiu Putih dan Paus? Binatang karnivor ini tercatat sebagai salah satu ikan terbesar yang pernah hidup di muka Bumi ini. Salah satu predator terbesar dalam sejarah dan sudah punah dari 1.6 juta tahun yang lalu akibat kepunahan Pleistosen, inilah Hiu Megalodon atau bisa disebut Carcharocles megalodon.

 

Advertisement

Seperti yang dikatakan, Megalodon sudah punah dari jutaan tahun yang lalu, tetapi terdapat banyak orang yang tidak yakin atas pernyataan itu. Ada beberapa dokumentasi mengenai Megalodon yang dapat membuktikan jika makhluk ini masih hidup di lautan dalam. Sampai sekarang, misteri ini melibatkan para ilmuwan untuk mencari bukti dan pernyataan lebih agar dapat diklarifikasi atas kepunahan Megalodon. Untuk memecahkan misteri ini, mari kita lihat hal sebenarnya yang membuat Megalodon ditakutkan manusia.

 

Berdasarkan sumber dari Britannica.com, Megaladoon adalah spesies ikan terbesar yang mempunyai gigi raksasa, maka itu Megalodon dinamakan dari kata Yunani yang artinya “giant tooth”. Karakteristik Megalodon mempunyai banyak persamaan dengan hiu putih, terutama pada gigi tajamnya, hanya saja ukuran badan makhluk ini dua kali lebih besar dari pada hiu biasa. Dinyatakan bahwa “Megalodon dewasa rata-rata mempunyai panjang sekitar 10.2 meter, bahkan, panjang dari makhluk ini dapat disamakan dengan panjang sebuah bus sekolah.

Advertisement

 

Kemudian berdasarkan penelitian, diperkirakan berat badan hiu ini bisa mencapai dari 30,000 kilogram sampai 65,000 kilogram, dan tidak seperti biasa, betina mempunyai panjang dan berat yang lebih besar dibanding jantan”. Manusia saja belum pernah melihat secara jelas akan karakteristik hiu ini, tetapi seperti yang dapat dibayangkan, hiu ini adalah makhluk raksasa yang melebihi semua ukuran makhluk di muka dunia, seakan-akan manusia adalah semut.

 

Hal yang menyeramkan pada makhluk ini adalah, Megalodon menduduki posisi predator paling atas pada rantai makanan, ia dapat lebih proaktif dari yang lainnya. Tidak mengherankan lagi jika makhluk ini memakan binatang-binatang besar di kelas Mammalia seperti, Paus dan Lumba-Lumba. Tidak hanya itu, Megalodon dapat memakan jenis-jenis hiu yang lain.

 

Apakah benar jika Megalodon telah punah akibat kekurangan mangsa pada saat itu? Coba kita lihat sejarah di belakang makhluk ini; Berdasarkan situs yang ditulis oleh Karen Carr, pada awal Miocere (salah satu waktu geologis) terjadi perpisahan laut yang besar dari Amerika Utara ke Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Kejadian pada saat ini memberi jalur keluar Megalodon, yang tadinya makhluk ini laten di the deep ocean, kini ia dapat berenang dari lautan dalam dan mendistribusikan puluhan jumlah dari mereka ke muka laut.

 

Tetapi, letak geografi mereka menurun dan diduga punah pada akhir waktu Pilocene. Ditambahkan, “Ada juga alasan lain, jika Megalodon punah akibat bagian-bagian laut tersebut mengering pada saat zaman ice age. Sebab terdapat banyak fosil yang ditemukan di berbagai kedalaman laut kecuali di Antartica. Maka itu, para ilmuwan menyimpulkan bahwa Megaladon bisa saja punah akibat dari kepalaran atau membeku”.

 

Setelah mengamati sejarah makhluk ini, mari kita lihat penemuan fosil-fosil dari Megalodon. Berdasarkan artikel yang ditulis oleh situs sci-news.com, penelitian yang dilakukan oleh Dr. Clements dan Catalina Pimiento, Megalodon punah sebelum manusia ada, dan juga sulit untuk menemukan pernyataan yang mengasih tahu jika hiu ini benar-benar sudah punah, karena catatan perkumpulan fosil yang tidak lengkap. Beralih ke pendukung, “kemudian, pada 2014, sebuah tim peneliti dari Universitas Zurich mempelajari karakteristik fosil hiu ini dengan menggunakan teknik optimal linear estimation.

 

Penelitian mereka menyatakan, 6 dari 10,000 simulasi dalam lautan dalam mengasih keyakinan 1% jika hiu raksasa ini masih hidup.” Karena tidak ada bukti jika keberadaan Megalodon masih ada di waktu ini termasuk fosil yang ada dari 2.6 juta yang lalu, kebanyakan ilmuwan percaya jika Megalodon sudah benar-benar punah dari muka bumi ini.

 

Tetapi apakah pernyataan para ilmuwan benar? Bagaimana jika hiu ini sedang menyembunyikan dirinya di lautan dalam dan menunggu waktu yang tepat untuk berenang ke muka laut? Seperti yang dapat diduga, binatang raksasa ini adalah makhluk yang sangat populer di zaman sekarang, akibat misteri yang ditinggalinya. Walaupun Eenclyopedia of life sudah menyatakan jika status organisme ini sudah punah, tetapi ada beberapa hal yang dapat menyatakan jika hiu ini masih hidup; ada beberapa hal yang mendukung pernyataan orang-orang mengenai keberadaan hiu ini:

 

a). Berdasarkan iflscience.com, ada beberapa saksi yang melihat cukup jelas akan keberadaan hiu raksasa, dan ada kontroversi akibat gambar yang dipublikasi oleh Discovery Channel Documentary yang menunjukkan sirip dan punggung sebuah hiu yang panjangnya 19.5 meter di sebelah kapal selam.

b). Pada tahun 1938 dan 1952, ditemukan ikan Coelacanths. Ikan ini adalah spesies yang sangat tua dan jarang ditemukan oleh manusia, maka itu ilmuwan menyatakan bahwa spesies ini sudah punah. Tetapi di kedua tahun tersebut, mereka ditemukan lagi. Adegan ini bisa menyatakan jika, hal yang sama bisa saja terjadi di Megalodon.

 

Banyak dokumentasi dan saksi yang dapat menyatakan keberadaan hiu raksasa ini, hiu yang sudah lama ditunggu orang-orang. Kemudian, para ilmuwan saja belum pasti akan penemuan fosil mereka, bagaimana kita? Jika memang benar Megalodon sedang sembunyi di lautan dalam dan menunggu waktu yang tepat untuk ke permukaan, hati-hati saja, karena kita sudah tahu kemampuan yang bisa dilakukan oleh hiu Megalodon.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya