"Tidak ada pohon mahal ketika masih berdiri tegak dihutan, tidak ada air mahal ketika masih berada disumber pegunungan,dan tidak ada ikan mahal kalau masih berenang dilautan" Aris Ahmad Jaya

Setujukah Anda, kalau ada sebuah benda khas, tidak ada yang menyamainya, kalaupun ada hanya mirip saja. Benda itu tentu unik, cantik, dan antik. Nilainya pun sangat tinggi kalau diikutkan dalam pameran benda-benda antik.

Advertisement

Semua orang pasti sepakat dengan pernyataan di atas. Dan tahukah Anda, sesuatu yang paling unik didunia ini? Itu adalah Anda sendiri. Anda memiliki sidik jari yang khas dan tidak terimitasi, Anda memiliki banyak hal antik yang akan Anda dapati pada orang lain. Tapi mengapa keunikan dan kekhasan yang kita miliki terkadang tidak mampu kita jual dalam harga uang layak?

Mari kita renungkan.

Pohon yang masih tegak kokoh di antara pohon-pohon lain di hutan tentulah bernilai lebih rendah dibandingkan nilai pohon yang sudah keluar dari hutan. Nilai pohon yang sudah keluar dari hutan tentulah lebih rendah dibandingkan pohon yang sudah dibelah menjadi kayu batangan.Nilai kayu batangan pun tentu akan lebih rendah dibandingkan dengan sebuah kursi yang dibentuk dari kayu batangan tersebut.

Advertisement

Dan nilai kursi tersebut tentu akan lebih rendah dibandingakan kursi yang telah diukir sedemikian rupa dengan menghilangkan bagian-bagian kayu yang tidak diperlukan. Kursi ukir yang masih berada di pabriknya tentu lebih rendah nilanya bila dibandingkan ketika kursi tersebut dibawa ke etalase toko yang mewah.

Jadi, kunci utama nilai diri untuk meningkatkan seberapa besar harga diri kita adalah dengan melakukan. Pertama, keluar dari zona kenyamanan dengan berani melakukan sesuatu yang baru. selanjutnya adalah keberanian untuk membentuk diri dengan menghilangkan bagian yang tidak berguna berupa sifat-sifat negatif yang selama ini menempel pada diri kita. Dan terakhir adalah keberanian untuk menempatkan diri pada tempat yang layak dengan kesiapan menerima tantangan dan hambatan dari pihak lain sehingga harga kita akan dinilai.

Apalah artinya emas 24 karat yang masih dalam bentuk batangan. Gadis mana yang mau memakai emas batangan dilehernya?

Apalah artinya air jernih yang masih dimata air pegunungan. Manusia mana yang mau membelinya sebelum air tadi dibawa dari mata airnya kemudian dikemas dalam bentuk air mineral?

Apalah artinya seorang yang bisa melakukan banyak hal namun selalu tidak mau melakukan banyak hal. Apalah artinya bisa membaca namun tidak mau membaca, bisa memasak namun tidak mau masak.

Kunci utama nilai diri untuk meningkatkan harga diri adalah kemauan untuk mencoba sehingga bisa bangkit setelah mengalami berbagai kegegalan dan hambatan dari luar maupun dari diri sendiri. 🙂

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya