Pentingnya Memahami Instrumen Investasi Bernama NFT

Semakin berkembangnya dunia digital, semakin banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapat uang tambahan, salah satunya adalah dengan cara menginvestastikan uang pada instrumen investasi seperti saham, properti, emas, crypto, dan yang sedang heboh diawal tahun 2022 ini adalah NFT. Lantas apa sebenarnya NFT ini?

Sebelum banyak dikenal oleh masyarakat luas, sebenarnya NFT ini sudah ada sejak 2014 dan sempat populer juga saat game NFT pertama diluncurkan, yaitu CryptoKitties. Pada game NFT tersebut basis yang digunakan adalah blockchain Ethereum yang dimana pemain bisa memelihara, mengadopsi, hingga memperdagangkan kucing secara virtual.

Masuk diakhir tahun 2021, NFT sudah semakin banyak dikenal dan peminat nya juga bertambah salah satunya Ghozali yang membuat heboh dunia NFT karena berhasil mengumpulkan kekayaan sejumlah RP9,4 miliar hanya dari foto selfie sebanyak 932 yang dijadikan nya NFT dan diunggah pada platform OpenSea.

Jadi pengertian dari NFT (Non-Fungible Token) itu sendiri adalah sebuah produk investasi yang merupakan turunan dari crypto. Crypto merupakan insturmen investasi berupa mata uang digital. NFT ini memilki token yang bisa ditukarkan ke blockchain, blockchain ini merupakan tekonologi yang digunakan sebagai penyimpanan data digital dan terhubung dengan kriptografi. NFT juga disebut sebagai karya seni yang dijadikan sebagai aset digital seperti foto, gambar, lagu, video, game dan masih banyak lagi. Produk karya seni ini lah yang berbentuk NFT dan bisa digunakan untuk membeli sesuatu secara virtual.

NFT dengan crypto juga memiliki perbedaan meskipun NFT ini merupakan turunan dari Crypto itu sendiri. Perbedaan nya sangat terlihat pada bentuk dan tujuan penggunaannya.

Aset crypto seperti Ethereum atau uang fisik, memiliki nilai tukar yang sama dan bisa dijual beli. Contohnya, uang Rp1.000 nilai tukarnya akan tetap Rp1.000. Sama dengan 1 ethereum yang bernilaia 1 ethereum. Dari persamaan inilah yang menjadikan aset crypto sebagai alat terpercaya untuk melakukan transaksi di blockchain.

Setiap aset yang berbentuk NFT dibuat hanya sekali dengan nilai seni yang berbeda dan dilengkapi dengan tanda tangan unik yang tidak bisa ditukar dengan NFT lain. NFT juga mempunyai data uni yang bekerja seperti sidik jari yang membuat NFT tersebut bersifat mutlak bagi yang memilikinya. Itulah yang membuat NFT tidak bisa di-copy paste, screenshoot, ataupun di foto lalu dijual dengan harga yang sama karena NFT mempunyai hak kepemilikan bagi yang membelinya.

Cara membuat NFT terbilang cukup mudah bagi orang yang ingin mempelajarinya. Sama hal nya dengan membuat akun investasi pada umumnya. Namun yang membedakan kamu perlu menciptakan karya seni yang dibuat terlebih dahulu. Berikut cara untuk membuat NFT:


  1. Terlebih dahulu harus memiliki crypto wallet dari Ethereum seperti Trust Wallet.

  2. Memilih marketplace yang dijadikan sebagai tempat transaksi NFT seperti OpenSea, Tokocrypto, Atomic Market, dan masih banyak lagi.

  3. Lalu, membuat akun di marketplace yang telah dipilih

  4. Tambahkan file dengan ukuran dibawah 100mb yang akan dijadikan NFT

  5. Setelah itu, masukkan deskripsi seperti nama dan informasi terkait

  6. Lalu, klik create

Setelah proses pembuatan NFT berhasil maka selanjutnya NFT tersebut bisa dijual dengan cara sebagai berikut:


  1. Pertama mengakses NFT tersebut melalui Profil pada marketplace yang telah dipilih

  2. Klik NFT tersebut, lalu tekan Sell

  3. Masukkan harga, contohnya 0.5 ETH

  4. Selanjutnya, klik Complete Listing

  5. Kemudian, akan dikenai biaya pada NFT yang di pasarkan

  6. Klik Confirm dan NFT tersebut sudah terjual

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang