Percaya atau Tidak, Budaya Mengantre adalah Cerminan dari Pribadi Seseorang

Hidup ini memang tentang menunggu. Menunggu kita untuk menyadari, kapan kita akan berhenti menunggu. -Tere Liye

Dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa, maupun bernegara tak pernah lepas kaitannya dengan kegiatan mengantre. Sadar atau tidak, kegiatan mengantre telah kita lakukan setiap hari, bahkan setiap saat. Kegiatan mengantre banyak dilakukan baik di tempat umum, maupun tempat-tempat tertentu. Kegiatan ini berpegang teguh pada kesabaran masing-masing individu dalam menjalaninya.

Advertisement

Kita tahu bahwa setiap orang memiliki kesibukannya masing-masing. Kesibukan yang dilakukan baik berupa verbal maupun nonverbal. Namun, hal ini bukan menjadi alasan seseorang untuk mengabaikan budaya mengantre. Budaya ini tidak lepas dari kesadaran diri seseorang bahwa prinsip dasar dalam mengantre adalah pergantian secara teratur. Kegiatan mengantre yang tidak didasari oleh kesadaran diri akan banyak mengalami pelanggaran-pelanggaran kecil. Sangat menggemaskan apabila mendapati seseorang yang mendahului antrean. Ketahuilah bahwa setiap orang memiliki kesibukannya masing-masing.

Setiap harinya, banyak kita temui hal-hal kecil yang menyimpang dari budaya mengantre. Penyimpangan kecil yang sering kita temui banyak terjadi di stasiun kereta api. Kereta yang telah tiba disambut dengan gerombolan orang yang berbondong-bondong menghampirinya. Pada umumnya, pihak keamanan mendahulukan orang-orang lansia (lanjut usia) untuk masuk ke dalam kereta, sementara yang lainnya berbaris secara teratur untuk menunggu giliran masuk. Namun, muda-mudi masa kini banyak yang memotong antrean sehingga membuat keadaan sekitar menjadi kurang kondusif.

Advertisement

Penyimpangan lainnya sering terjadi di supermarket. Berbelanja di supermarket menjadi hal yang lumrah bagi setiap orang. Akhir dari kegiatan berbelanja setelah berkeliling supermarket adalah membayar belanjaan di kasir. Pada umumnya, orang-orang normal mengantre di kasir dengan kondusif. Pada kenyataannya, banyak dari mereka yang menerobos antrean di kasir. Kepribadian setiap orang berbeda-beda, banyak dari mereka yang ingin menegur sang penerobos untuk kembali ke tempatnya. Namun, bagi orang introvert itu bukanlah hal yang mudah. Dengan demikian, banyak dari orang introvert yang lebih memilih untuk mengalah.

Percaya atau tidak, masyarakat yang melakukan penyimpangan dalam kegiatan mengantre menjadi cerminan diri sendiri. Mereka yang menerobos maupun memotong antrean dan bersembunyi dalam alasan sedang terburu-buru bukanlah orang yang tepat waktu. Banyak juga dari masyarakat luas yang ingin serba cepat baik dalam mengantre di kasir, membeli tiket, mengantre parkir, dan lain sebagainya sehingga banyak terjadi penyimpangan. Namun, pribadi seseorang yang dapat mengatur waktunya dengan baik dan dapat mengetahui mana yang bisa cepat mana yang tidak, maka tidak akan terburu-buru dan dapat meminimalkan terjadinya penyimpangan di tempat umum.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE