Di pertengahan hari sekolah aku di SMS oleh ibuku bahwa keluarga kita akan diajak umroh gratis oleh pamanku, pada saat itu aku tidak tahu ekpresi apa yang aku harus lakukan karena aku bahagia dengan perjalanan gratis umroh tetapi juga memikirkan tugas-tugas sekolah yang banyak. Tapi lupakanlah pekerjaanku karena perjalanan umroh inilah yang lebih berfaedah untuk diriku karena tugas-tugasku akan dilupakan di sana.

Advertisement

 Umroh kali ini bukanlah yang pertama kali tetapi yang kedua kali dan dengan perjalanan ini aku lebih antipasi karena perjalanan ini akan bareng saudara-saudara lainnya. Pada Februari 9 aku dan saudara-saudara berangkat ke tanah suci, destinasi pertama adalah MADINAH. Ini adalah pertama kali aku ke Madinah dan positive vibe di Madinah tidak bisa dijelaskan pokoknya rasanya bahagia.

 Madinah adalah kota dimana Nabi Muhammad SAW wafat dan kota dimana Nabi Muhammad SAW menerima wahyu terakhirnya. Disana kita mengunjungi makam Nabi di Raodah Masjid An-Nabawi, disana sangatlah ramai karena banyak orang ingin melihat Rasulullah dan makam Abu Bakar dan Umar. Ketika beberapa jam kita sampai di depan gerbang makam Rasulallah dan aku melihat lewat lubang penglihatan dan pada saat itu pertama kali aku melihat makamnya.

Advertisement

Mengunjungi Makam Rasul adalah salah satu impian bucket list yang akhirnya dicapai. Setelah beberapa hari aku mulai menyadari bahwa semua orang lokal memikir aku adalah orang yang bisa berbahasa arab karena mukaku yang arab jadi agak susah dan awkward jika ingin berinteraksi dengan orang lokal disana ditambah dengan memakai kaffiyeh yang membuatku lebih ARAB.

Tiga minggu sebelum kita ke tanah suci terjadi fenomena yang aneh yaitu ribuan jangkrik yang nimbul secara tiba-tiba di tanah suci (Mekkah dan Madinah) hal ini membuatku sangat merinding karena aku sangat jijik dengan belalang seperti jangkrik dan ketika disana dimana-dimana lantai ada jangkrik yang mati dan hidup. Situasi Jangkrik ini sudah reda selama berbulan-bulan tetapi hari terakhir kita di madinah aku sedang sholat subuh lalu ada jangkrik sebesar jempol muncul di tasku dan hatiku langsung berdetak dengan cepat untungnya jangkrik itu hilang ketika aku bersujud, selama perjalanan ini aku coba untuk mengindar jangkrik ini.

Esok harinya kita bersiap untuk perjalan ke Mekkah, kita sudah memakai baju ihrom ketika di Madinah. Perjalan ke Mekkah sungguh indah karena pemandangan gurun pasir dan gunung-gunung yang dulunya di jelajahi oleh para nabi 1400 tahun yang lalu. Empat jam tiba dan kita sampai di Mekkah, sampai disana kita check in lalu kita jalan menuju Masjidil Haram dan menuju Kaabah untuk tawaf. Pemandangan ketika tawaf sangatlah indah dan banyak kali aku hampir terpisah dengan bapak dan ibuku. Setelah tawaf kita melakukan lari Safa Marwah 7 kal. Pada saat itu kakiku seperti ingin meledak karena kita tidak menggunakan sepatu.

Sesudah itu yang laki-laki harus memotong rambutnya tidak ada satu pun keluargaku yang membotakan kepalanya tetapi ibuku merayu aku untuk memotongnnya, setelah itu Umroh kita lunas atau Sah.Suatu saat ketika aku sholat diluar tiba tiba hujan rintik dan tidak lama banyak jangkrik terbang jatuh ke lantai dan pada saat itu jantungku berdetak lebih kencang dari yang terjadi di Madinah, dan aku berdoa untuk tidak ada yang jatuh kepadaku dan setelah sholat selsai aku pun lari menuju dalam masjidil haram. Dan jangkrik di Saudi Arabia tidak yang seperti di Indonesia, jangkrik disana sebesar jari telunjuk manusia kalau yang aku temui seperti yang di Indonesia mungkin aku tidak akan setakut.

Sehari sebeleum kita pulang ke Dubai aku keracunan makanan dan muntah-muntah 24/7 dan sebelum balik kita harus melakukan tawaf penutup dan karena aku sedang sakit aku boleh memakai scooter untuk tawaf. Scooter ini berada di lantai paling atas ada bagian scooter tersendiri dan bentuknya seperti track go-kart, di dalam scooter ada aku, ibu dan adikku, pengalaman itu sangatlah seru dan indah karena aku melihat kaabah dengan jelas dan melihat pemandangan orang tawaf. Setelah itu kita menyelesaikan umroh kita dengan doa didepan kaabah, lalu kita balik ke hotel karena besok kita akan pergi pulang.

Esok harinya aku merasa sangat sedih karena kita akan pulang, selama disini aku selalu merasa bahagia tanpa penyebab dan menurutku itu salah satu mukjizat yang ada di mekkah. Kita menaiki bus menuju Jeddah, aku melihat pemandangan Arab Saudi dan hal itu menimbul rasa penasaran apa pemandangan yang aku akan lihat di Yaman karena Yaman adalah latar belakang etnis aku dari sisi bapakku, tetapi Negara tersebut sedang dalam sebuah perang saudara oleh karena jika perang itu sudah selesai aku ingin mengunjunginya. Itu saja yang aku akan bahas dalam perjalanan ke Saudi Arabia untuk umroh kedua kalinya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya