Aku bukan wanita perusak rumah tangga orang, fitnah itu terlalu kejam untuk ku. Mereka menghujat tiada henti. Bagaimana seorang wanita bodoh seperti ku bisa menjelaskan yang terjadi sebenarnya, sedangkan mereka ingin aku bungkam dan menerima tuduhan keji itu. Kamu harus paham betapa jahat suamimu padaku, dia datang padaku dengan kebohongan status pernikahannya denganmu. Berapa kali dia bersumpah tidak memilki seorang istri, begitu sangat tidak ada harganya dirimu dimatanya, hingga dia tidak mengakui keberadaanmu.

Sekarang setelah semuanya terbongkar, engkau memposisikan dirimu sebagai korban, dan kau biarkan semua orang menuduhku pelakunya. Tidak sadarkah disini aku korban kebohongan setelah aku berikan semua kasih sayang ku padanya, dia membalasnya sepahit ini.


Aku bersyukur kebohongan ini terbongkar, sebelum kami terlalu jauh melangkah, meskipun aku harus menerima segala tuduhan yang sebenarnya bukan salah ku.


Jika kamu tidak mengenal dengan baik pasanganmu kamu tidak akan pernah mengetahui sisi buruknya, tanyakan pada dirimu sendiri. Sudahkah kau kenal betapa burukunya sikapnya itu, dia menyakiti dua wanita sekaligus! Aku bukan wanita baik, tapi aku tidak akan merusak kebahagian orang lain, maka ketika kau berpikir ingin menghujat orang lain setidaknya harus sebanding dengan kesalahannya padamu.

Setelah apa yang terjadi denganku, kini aku merasa benci pada dia yang kau sebut suamimu, dia mencuri hati yang harusnya aku labuhkan dengan laki-laki lain, dia merampas segala hal yang aku jaga. Tapi aku bukan wanita jahat, bisa saja aku memintanya meninggalkanmu, aku merasa lebih dari segala hal dari dirimu dari mulai fisik, pendidikan dan harta, dan merasa lebih bisa mencintainya dari pada dirimu. Sekali lagi aku bilang aku bukan wanita jahat, berkali-kali dia datang dan memohon kepada ku untuk tidak meninggalkanya tapi aku merasa dia terlalu jahat untuk hidup dengan wanita tulus.

Aku tidak akan meminta maaf karena aku pernah mencintai dan menyayangi suamimu, sedikitpun aku tidak mengetahui kebenaran yang ada bahwa dia sudah menikah. Sekarang aku hanya minta berhentilah merasa menjadi korban, pahamilah mereka yang tidak bersalah dan harus menerima hujatan itu.


Berhentilah memaki karena tidak akan merubah keadaan yang ada, aku hanya ingin kamu paham hidup ini hanya sebentar dan aku tidak mau menghabiskannya dengan orang yang jahat.


Aku berusaha mengikhlaskan semuanya, ini pelajaran yang sangat berharga dalam hidupku. Jadi berhentilah memanggil ku perusak rumah tangga mu, karena suamimu sudah merusak masa depan ku dan hati ku, suatu saat nanti dia akan membayar mahal perbuatannya ini. Aku tidak dendam tapi Allah itu adil bagaimana kita bisa merasakan rasa sakit orang yang kita lukai jika kita tidak merasakannya juga.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya