Seperti layaknya manusia biasa aku juga mempunyai perasaan dan hati yang mudah hancur, seperti kepingan gelas kaca yang kamu luluh lantahkan hingga berserakan dan tidak bisa dirangkai kembali.

Di akhir bulan September ini aku mengutarakan perasaanku, entah selang beberapa hari atau mungkin berbulan-bulan kamu akan membacanya dan semoga kamu paham.

Advertisement

Dariku wanita yang benar-benar mencintaimu, bukan hanya sekedar cinta biasa, tulusnya hati ini menjaga dan menyayangimu setulus hatiku tak pernah aku hiraukan layar kehidupan dibelakangmu, tak pernah ingin aku tau apa yang ada dalam kehidupanmu dibelakang, seperti halnya telingaku sudah tuli untuk mendengar konsekuensi atas statusmu (pernikahan) mataku buta untuk ingin melihat semuanya.

Aku memendam jauh kemarahan, membiarkan perasaan sakit hati hinggap dihidupku, aku membiarkan semuanya berjalan selayaknya aku menjadi satu-satunya dalam hidupmu.

Aku selalu menginginkan harapan dan rencana yang indah dimasa depan hanya untuk kita. Berjuang bersama dan merangkai indahnya cinta tanpa ada pihak yang lain. Tapi itu semua sirna, itu semua anggan-anggan yang seharusnya aku tidak mudah percaya janji manismu.

Advertisement

Kejadian itu, kebahagiaan kalian membuat aku sadar tidak seharusnya aku merusak dan menginginkan kamu lebih, tidak seharusnya aku mencintaimu setara aku mencintai hidupku, tidak seharusnya rasa ini muncul.

Dan seharusnya aku tidak terlena oleh perasaan dan janji-janjimu itu.

Rasa sakit mencoba bertahan, melupakan semua layar belakang kehidupanmu semakin membuat hidupku bersalah, semakin membuat hidupku hina tidak selayaknya aku merangkai janji dengan orang yang sudah mengikrarkan janji resmi sebelumnya.

Dan tidak selayaknya aku berjalan maju untuk hubunganku , hubungan yang sudah pasti tidak akan pernah mendapat restu bapak ibumu. Hubungan yang seharusnya tidak terjadi.

Jadi pesan dari wanitamu ini pilihlah wanita yang sudah mendampingimu hingga sekarang seperti ini (istri) . Pilihlah wanita yang sudah kamu beri janji sehidup semati (resmi). Jangan terbuai emosi karena penyesalan sesaat, yakinkanlah hidupmu cinta akan membawamu kembali dipangkuannya dan memberi kebahagiaanmu seutuhnya.

Biarkan aku merangkai hati ini kembali dan berusaha melepaskan yang tidak sepantasnya untukku.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya