Di detik dan menit di akhir ceritaku bersama pria unik di hidupku.

Rasanya aku sudah cukup lelah untuk menahan rasa. Menyimpan semua penolakan hati ini, Seperti menahan tembok yang sudah retak yang terus kamu pukul.
Kamu pun tidak bisa aku salahkan karena kenyataannya kamu tidak tau ada tembok yang terus ku jaga saat kamu memukulinya.
Aku sadar dengan aku mengatakan ini, aku akan terlihat begitu rapuh. Iya mungkin benar aku rapuh sekarang. Aku mencintai seorang pria yang tak tertarik dengan goresan lipstik di bibir wanita.
Kamu lebih tertarik dengan otot kekar dan rambut rapih klimis berpomet seorang lelaki.
Kamu begitu rajin menelfonku, menanyakan kabar ku setiap hari, itu membuatku senang.
Walau pada ujung telponmu pasti kau tutup dengan cerita kesakitan versi hatiku.
Karena buatmu menanyakan kabarku hari ini, hanya kamu jadikan kata pengantar, untuk kemudian kamu isi dengan cerita mu dengan kekasih sesamamu, dan kamu akhiri dengan kalimat yang sama sekali tak ingin ku dengar "seneng banget deh, bisa jalan sama mr. X"
Kamu tau, aku selalu ingin berteriak kencang tepat di telingamu, berharap kamu sadar bahwa ada aku wanita yang diam-diam peduli denganmu.

Advertisement

*Menanti saat yang tepat
Kini Aku hanya ingin saat yang tepat untuk mengatakan ini padamu. Aku rasa kini aku sudah siap dengan segala jawabnya.
Beberapa kata telah aku susun untuk bisa lancar ku perjelas perasaanku padamu saat kita bertemu nanti.
Aku tahu aku yang merasakan jatuh cinta, bukan kamu. walau sebenarnya aku merasa jijik untuk mengatakannya. Tapi aku ingin kamu menyadarinya.
Aku wanita yang diam-diam mencuri pandang padamu.
Mau mendengarkan semua ceritamu, dan menyembunyikan rasa sakitku. Seandainya kamu tau Itu aku lakukan untuk membuatmu selalu nyaman di dekatku. Aku tak ingin berlama-lama jauh darimu. Karena aku ingin melakukan sesuatu yang ingin ku lakukan agar aku tak menyesal nanti.
Kelak, jika Tuhan mengatakan tidak, dan doaku tidak terkabulkan. Setidaknya aku pernah melakukan sesuatu yang membuat hatiku bahagia, Tentunya denganmu.

*Pria Unik yang selesai ku doakan

Kini aku sadar keberadaan ku memang tak seharusnya bisa kamu cintai.
Sejak aku mengatakan perasaanku padamu, rasa sakit itu masih saja ada.
Walaupun aku tau bahwa ponolakanlah yang akan aku dapat. Tapi pada kenyataannya ponalakan itu benar-benar membuat benteng pertahananku runtuh.
Tapi Setidaknya apa yang aku lakukan kemarin bisa membuatku bahagia, dan terpuaskan.
Kini aku mencoba menghapusmu, tapi tak ada alasan untukku menghapus bayangmu di pikiranku. Ingin aku meninggalkanmu tapi rasanya berat untuk melangkah.
Pada saat seperti ini aku benar-benar tak bisa memilih. Aku tak bisa memilih untuk tetap bertahan mencintaimu, memikirkanmu, atau pergi meninggalkanmu.
Rasanya aku masih tak percaya aku bisa mencintaimu, pria unik yang tak tertarik dengan lipstik yang ku pakai, pria unik yang hanya melirik jika ada pria berambut klimis yang menarik.
Ku hentakkan kakiku, untuk kembali meyakinkan diriku, bahwa drama ini harus berakhir. Dan kini aku menyerah dengan hidupmu yang unik.
Aku akan akhiri doaku tentangmu.
Doaku yang dulu sering ku ucapkan pagi, siang, dan malam.
Ku akhiri semuanya. Untuk kembali menghargai diriku.
Ku nikmati sisa-sisa hatiku yang kemarin telah kamu sakiti.
Kini aku lebih baik sendiri, untuk waktu yang tidak bisa aku tentukan.
Mungkin kisah aku tidak semanis orang berkasih. Tapi sudah lah…itu salah satu pembelajaran pendewasaan.
Setidaknya kini aku bisa berterima Kasih padamu, karena kamu. Aku jadi tau rasanya jatuh cinta, dan rasa itu begitu unik. Seunik dirimu yang tak pernah bisa aku mengerti.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya