Pada Akhirnya


Pada akhirnya suara kita hanya sampai pada selembar kertas

Yang kita baca sendiri hingga berulang kali

Advertisement

Sebab menghadapimu aku terlalu kaku

Terlalu malu

Apalagi sampai bilang rindu

Bisa-bisa berhenti degup jantungku

Pada akhirnya rasa kita hanya sampai pada selembar kertas

Yang banyaknya berjilid-jilid

Sampai aku tak tahu harus berakhir di mana

Sebab menghadapimu, belum sepantasnya bagiku

Pada akhirnya rasa kita adalah apa yang kita tulis

Lalu kita baca sendiri

Tanpa pernah tersampaikan

Kecuali pada langit yang menjadi saksi

Advertisement


 Menghabiskan Hari Bersamamu


Aku ingin menghabiskan hari bersamamu dengan secangkir minuman hangat. Tidak harus kopi, yang penting sesuai selera. Bisa jadi kamu lebih suka teh panas, bisa jadi juga aku lebih berselera dengan madu hangat.

Aku ingin menghabiskan hari bersamamu dengan duduk berhadapan di suatu tempat. Tidak harus kafe dengan live musik kekinian, yang penting kita nyaman. Bisa jadi kamu lebih suka alam, bisa jadi juga aku lebih tertarik dengan warung bakso pinggir jalan.

Aku ingin menghabiskan hari bersamamu dengan bercerita sepanjang hari. Sampai kamu tertawa, sampai kamu menangis.

Aku ingin menghabiskan hari bersamamu dengan pertanyaan seputar bagaimana rencana kita untuk lima tahun ke depan, bukan seputar bagaimana pendapat kita tentang kinerja para politikus dari partai sebelah.

Aku ingin menghabiskan hari bersamamu dengan mengunjungi taman bunga, galeri seni, pertunjukan budaya, atau kebun binatang. Boleh juga menjelajah alam, atau mengamati benda-benda langit.

Aku ingin menghabiskan hari bersamamu dengan mengamati lalu memahami.

Aku ingin menghabiskan hari bersamamu untuk saling menemukan diri kita yang sebenarnya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya