Catatan Hati dari Secangkir Kopi

Begitu tuturmu yang santun nan lugu caramu bersahaja dalam tiap gerikmu. Kala aku bersua pada satu meja.

Advertisement

Bersapa dalam setiap kata yang sangat memaknainya. Secarik kata yang sangat sederhana nan bersahaja.

Senda guraumu membuat akupun tertegun merona memerah tersipu malu.

Kala teringat, begitu lucunya menggelitik mengusik imajinasi yang tak sanggup ku pahami kala itu.

Advertisement

Setiap dari kita memiliki jalan yang tak serupa.

Jalan yang acap berbeda.

Bolehkah aku meminta?

Agar dirimu yang mampu untuk menyempurnakannya.

Kala kamu terpatuk pada satu sisi akan hal rumit yang melanda,

bahkan gejolak rutinitas yang acap singgah hingga membuatmu lelah.

Bolehkah aku meminta?

Agar mampu menjadi penjagamu sandaranmu kala lelah melanda dan mengusikmu.

Menjadi pelengkap dari setiap ide yang melengkapi keputusan bijakmu.

Aku mungkin masih sangat jauh dari kata sempurna,

Izinkan agar dirimu mampu tuk menyempurnakannya.

Karena sejatinya kesempurnaan hanyalah milik Sang Pencipta Saja.

Dari pahitnya secangkir kopi, akan selalu ada sisi manis yang melengkapinya.

Hingga aromanya pun sanggup untuk mengubahnya dan memikat pada setiap pecintanya.

Kala kamu mengkritik dari secangkir kopi yang pernah ku buatkan.

Dirimu pun mampu melengkainya dengan ide brilian agar tampilannya yang tersaji memikat.

Begitu banyaknya caraku sekaligus caramu mengistimewakannya.

Dari setiap guliran hari yang berwarna penuh makna. Menarikku jauh merasuk kedalam kalbu. Melebur menjadi satu.

Memberikan arti yang selalu manis until tetap diingat. Tanpa menghapusnya.

Karena diriku ingin seperti itulah adanya, sejatinya dalam keabadian. Catatan hati.

Sudut Kasih

Terkasih tertitip pada sudut pandang yang membuatnya berbeda.

Perbedaan itu nyatanya ada.

Namun engkau bisa membuatnya dengan begitu uniknya dari sepenggal cerita sederhana. Pandanglah dari sudut yang tak bermasalah.

Kasih itu kesabaran yang tiada habisnya. Kasih itu meluas mampu meredam amarah menjadi kelembutan. Dalam kasih sayang yang bermuara pada kemurah hatian.

Sejatinya Sang Pencipta Maha Sempurna.

Dari-Nya terpusat, tercurah segala kasih dengan ketulusan. Dari-Nya jugalah segala kehendak-Nya mampu bertakhta.

Manakala sesuatu yang kerap menjadi penikmatnya, tidak akan pernah dicari.

Namun sesuatu yang hilang pastinya akan berupaya sekeras daya untuk dicarinya. Sering kali arti kehilangan adalah hal yang sangat menyedihkan.

Namun, hal itulah yang menjadi petikkan memaknai dan menghargai arti kata keberadaan seseorang yang masih disisi. Sejatinya kebahagiaan itu kitalah yang menciptakan dan memaknainya.

Dengan kesederhanaan adanya, dengan rasa bersyukur disetiap waktu yang melingkupi diri kita.

Menjaga apa yang sudah kita miliki sebaik mungkin, sebelum arti kata kehilanganlah yang akan menjadi pelajaran dan mengajarkan.

Hal yang sangat berarti tak akan mudah untuk terganti dan terhapuskan. Kita semua pastinya akan mendapati hal yang sangat berarti dan melingkupi jalan terbaiknya kisah kita disepanjang perjalanan hidup ini.

Dengan senantiasa menebar kasih…

Dengan senantisa menjaga kasih…

Dengan senantiasa mengucap syukur kepada Ilahi…

Dan, senantiasa menanam ketulusan memancarkan kasih dalam senyuman hangat disetiap kejadian.

By: Anggun Gerardine/@anggungerardine

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya