Beradanya Hatimu


Sebagai seorang manusia, bagaimana bisa kau tercipta begitu bijaksana?

Advertisement

Terlalu berada hatimu. Segalanya kau tampung.

Terima segala bentuk keluhan, patahan, tangisan.

Tanpa kau tolak.

Advertisement

Tanpa kau biarkan.

Tanpa sadar meneduhkan, mendamaikan.

Begitu pun aku, yang selalu teringat akan pikir jernihmu.

Bahkan kudengar, tak hanya aku yang kau bantu.

Terlalu baiknya dirimu sampai tak kau hiraukan sendiri hatimu?

Maafkan aku, bukan bermaksud datang hanya disaat kubutuh kamu,

namun tepat pada kamu selama ini pikirku tertuju.

Entah sampai kapan kurepotkan kamu dengan pesan singkat berawal sebut namamu?

 

 


Kemustahilan Mimpi


Kutulis ragu…

Menahan Rindu…

Memimpikan Temu.

Sekali lagi denganmu yang tanpa melihat, namun terus kuperjuangi.

Sudah keberapakah ini?

Tidak takutkah kuulang lagi?

Mengharapkan seseorang yang hanya menganggapku sebagai pengagumnya?

Ahh… Tidak. Kita berteman baik.

Bahkan hari-hariku terasa sedikit berbeda.

Tapi, aku harus sadar!

Lagi-lagi aku berada di antara wanita yang mengharapkan cintanya.

Namun, terima kasih tuk waktu yang kini terisi bukan dengan obrolan tak bermutu, namun berilmu.

Terima kasih, telah hadirkan semangat berharap sekali lagi akan kemustahilan mimpi.

 

Era Chori Christina

@erachori

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya