#RemajaBicaraKespro-Pendidikan Seks Lemah, Remaja Rentan Terjerumus Seks Berisiko

Memahami pendidikan seksual lewat film Dua Garis Biru

"Coba aja dari dulu Ibu kasih tahu kamu, pasti tidak akan kejadian," kata Ibu Bima kepada Bima yang sedang bersandar di pahanya.

Advertisement

Apa yang bisa SoHip simpulkan dari kutipan dialog pada film Dua Garis Biru itu? Tersirat kata-kata penyesalan dari kalimat yang dilontarkan Ibu Bima. Kalimat itu seolah mengatakan "Seandainya dari dulu Ibu memberikan pendidikan seksual pada kamu, pasti semua ini nggak akan terjadi. Dara tidak akan hamil dan kamu tidak perlu susah-susah menjalani kehidupan sebagai orang tua pada usia muda seperti ini."

Dapat dikatakan film layar lebar yang dibintangi oleh Angga Yunanda dan Adhisty Zara pada 2019 ini bukan hanya sekedar drama yang mampu menguras emosi penontonnya, melainkan sebuah tayangan sarat edukasi yang menekankan pentingnya pendidikan seksual sejak dini.

SoHip ingat adegan dimana Bima dan Dara bermain bersama di rumah Dara yang saat itu tengah kosong? Bahkan, sepasang kekasih itu bermain di dalam kamar berduaan. Hal ini tentu bukanlah hal yang baik ya, SoHip!

Advertisement

Dalam pendidikan seksual, kita tidak hanya memahami tentang hubungan badan dan alat kontrasepsi. Jika kita mengenal pendidikan seksual sejak dini, maka kita dapat memahami batasan-batasan yang harus dijaga antara laki-laki dengan perempuan. Batasan antara laki-laki dan perempuan dibuat bukan tanpa sebab lho, SoHip!

Belajar dari kisah Bima dan Dara yang lupa menjaga batasan dan berakhir dengan kehamilan Dara, seharusnya kita dapat menjaga batasan dengan lawan jenis ya, SoHip! Bermain di ruang tamu saat hanya berduaan dengan lawan jenis contohnya.

Advertisement

Selain memahami tentang norma dan batasan antara laki-laki dan perempuan, penting bagi anak usia remaja untuk mengenal alat kontrasepsi. Alat kontrasepsi tuh sebenernya apa sih, SoHip? Alat kontrasepsi sendiri secara mudahnya dapat dikatakan sebagai alat atau cara yang digunakan untuk mencegah kehamilan dan penularan penyakit seksual. Kondom dan pil KB contohnya.

Kenapa penting bagi remaja untuk mengenal alat kontrasepsi? Mengenal alat kontrasepsi dapat dikatakan sebagai langkah antisipasi lho, SoHip. Bukan rahasia lagi kalau usia remaja merupakan usia yang rentan terjerumus dalam pergaulan bebas. Alat kontrasepsi dapat menjadi langkah antisipasi pencegah kehamilan sehingga remaja tahu apa yang harus mereka gunakan ketika sejelek-jeleknya mereka terjerumus dalam pergaulan berisiko. Tapi, bukan berarti kalian diizinkan untuk melakukan seks berisiko ya, SoHip!

Kehamilan adalah hal yang mungkin terjadi setelah berhubungan badan. Lalu bagaimana jika kita mengalami kehamilan yang tak diinginkan pada usia remaja? Akan menggugurkan kandungan seperti ide yang diberikan Bima? Atau mempertahankannya sampai lahir seperti keinginan Dara?

SoHip, perlu diketahui bahwa setiap hal yang kita perbuat pasti akan berujung pada sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan. Seperti halnya Bima dan Dara yang telah melakukan hubungan suami istri sebelum menikah, kehamilan adalah tanggung jawab yang harus mereka pikul.

Pendidikan seksual tentu saja tidak terlepas dari peran orang tua. SoHip ingat adegan dimana orang tua Bima dan Dara dipanggil ke sekolah karena Dara ketahuan sedang mengandung? Menjadi orang tua bukanlah hal yang mudah. Terlebih ketika kita mengetahui bahwa anak yang telah kita besarkan tengah mengandung di luar pernikahan.

Rasa malu, pertanyaan terkait harga diri, nama baik, martabat, hingga perasaan gagal dalam mendidik anak rasanya tercampur aduk jadi satu saat itu juga. Hal ini bukanlah sesuatu yang mudah baik bagi Dara, Bima, dan orang tua keduanya.

Melihat hal ini, kita dapat menyimpulkan bahwa menjadi orang tua bukanlah hal yang mudah. Tanggungan seumur hidup termasuk hal-hal tak terduga semacam ini merupakan hal yang harus mereka tanggung. Pendidikan seksual merupakan kunci dari semua ini. Bayangkan jika dari awal orang tua Bima dan Dara telah memberikan edukasi tentang seks, kejadian semacam ini dapat dihindari. Baik Bima dan Dara dapat menjadi pribadi yang lebih berhati-hati dalam menjaga diri dalam pergaulan.

Bahaya kehamilan pada usia remaja juga perlu diketahui lho, SoHip. Ibu yang berusia muda memiliki dinding rahim yang belum begitu kuat sehingga dapat menimbulkan banyak risiko baik bagi sang ibu maupun anak yang sedang dikandung. Risiko keguguran, anak yang lahir prematur, dan kecacatan adalah kemungkinan terburuk yang harus dihadapi para ibu muda.

Selain itu, kehamilan pada usia muda dapat menghancurkan masa muda dan masa depan lho, SoHip. Terbukti dengan Dara yang terpaksa harus putus sekolah karena dikeluarkan. Coba bayangkan hanya karena kenikmatan sesaat masa depan dapat terancam hancur begitu saja.

Menjadi orang tua di usia muda membuat kita terikat dan mau tidak mau harus bertanggung jawab pada anak tersebut. Menjadi sosok orang tua pada masa remaja bukanlah hal yang mudah lho, SoHip! Bahkan dalam film Dua Garis Biru dapat kita lihat jelas, Bima harus bekerja keras sebagai bentuk tanggung jawabnya pada Dara dan anak yang tengah dikandung. Dara pun demikian, ia harus mengorbankan masa mudanya begitu saja, berdiam diri di rumah, tidak bisa sebebas dulu lagi.

Nah, jadi gimana nih SoHip udah makin tahu belum tentang pentingnya pendidikan seksual bagi anak dan remaja? Semoga dengan adanya artikel ini SoHip makin paham ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Lahir dan besar di Surakarta, pada tahun ini Angel lulus SMA. Untuk mengisi waktu luangnya, Angel kerap kali menyibukkan diri dengan menulis, membaca, browsing, dan menghibur dirinya sendiri. Selain memiliki ketertarikan pada bidang kepenulisan, Angel juga tertarik dengan berbagai macam bidang, salah satunya seni peran. Pada masa sekolah menengah, Angel mengikuti ekstrakulikuler teater di sekolahnya. Tidak hanya menjadi anggota, Angel menjadi aktor dalam pentas produksi sekolahnya dan menjadi wakil ketua dalam ekstrakulikuler teater yang diikutinya.

CLOSE