Aku pernah mendengar bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk pria. Dan jika kita menemukan yang tepat maka wanita itu adalah jodohmu, benarkah?

Apa semua hanya ditentukan oleh “tulang rusuk”?

Advertisement

Kalau begitu aku akan anggap itu hal mudah. Tapi kenapa aku mengenal syarat baru yaitu keyakinan. Seolah pemegang kartu As untuk sebuah permainan hubungan. Siapa dia? Kenapa dia bisa mengubah si 'tulang rusuk' ku menjadi 'tulang rusuk' orang lain. Kesetian yang kita jaga, janji yang terucap, pengorbanan yang dilakukan dan restu yang menyertai pun kalah bermain saat keyakinan mulai terlibat.

Cukup berkata “keyakinan kamu beda sama aku, maaf aku nggak bisa lanjut," dan semua masalah selesai.

Apa Tuhan pernah berkata 'tulang rusuk' mu adalah dia yang memiliki keyakinan yang sama denganmu? Aku yakin tidak, Tuhan sangat adil. Hanya kita yang terlalu terpaku pada sebuah aturan yang kadang mengikat dan menjatuhkan kita pada satu jalan dan menutup jalan lain.

Advertisement

Apa kamu yakin hanya dengan “keyakinan” yang sama, kamu bisa bahagia selamanya dan akan memberikan segala yang kamu inginkan? Bukan maksudku merusak keyakinanmu atau membuatmu ragu. Tidak! aku tidak sejahat itu, hanya saja aku masih sangat kecewa dan menyesalakn  'kebutaan' ku untuk melihat sebenarnya masih ada jurang keyakinan yang memisahkan kita. Kamu yang awalnya membuatku ragu, kemudian mengubah pikiran ku sampai akhirnya bisa berkata “aku menemukan tulang rusuk ku dan terakhir kamu mengenalkan ku dengan ‘keyakinan’.

Boleh aku menangis saat malamku lihat wajahmu dalam bingkai manis dan tertulis “aku mencintaimu?" Tapi banyak yang berkata pria tegar pantang menetaskan air mata. Lalu aku harus bagaimana?

Disaat aku sudah siap memasang kembali tulang rusukku dan akhirnya pergi begitu saja, apa aku harus melanjutkan perjalananku untuk mencari tulang rusukku yang lain?

Tidak! Aku akan diam disini! Aku akan biarkan sisi rusukku hilang! Tidak akan aku mencari yang baru!

Untuk kamu mantan “tulang rusuk” ku, jangan memaksa dan mencoba mengangkatku dari jurang keyakinan ini.  Untuk apa kamu membantuku? Apa setelah kau mengangkatku lalu kau jatuhkan lagi?

Cukup! Jika kamu bisa meninggalkanku karena keyakinanmu, maka ijinkan juga aku bertahan disini sendiri dengan keyakinanku bahwa tidak akan lagi aku menemukan tulang rusuk ku karena dia sudah pergi dan melengkapi tulang rusuk pria lain.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya