Untuk mu yang kucinta separuh nafasku.

Cinta yang kita rajut selama beberapa waktu lalu masih membekas indah dalam kenangan. Aku menyimpan rapi setiap detik cinta kita yang pernah tumbuh semakin besar setiap waktu. Singkat, mungkin pertemuan kita diawal dulu. Tapi aku langsung yakin bahwa kamulah yang tepat untuk melengkapiku.

Advertisement

Apakah kamu masih mengingat seperti apa dulu kita sewaktu saling mengutarakan perasaan? Aku rasa kita sama lupa detailnya pernyataan cinta kita berdua. Aku merindukan saat indah kita dulu, saat ini pun aku masih merindukanmu.

Kasih, seperti apa hidupmu di surga sana? Apa kamu pernah mencoba melihatku dari atas sana? Aku merindukan kehadiranmu. Ada kebahagiaan setiap aku bersamamu. Kekasihku, disini banyak yang memintaku untuk mengikhlaskanmu. Apa itu berarti aku harus melupakanmu? Orang yang mengertiku lebih dari diriku sendiri, orang yang tau aku melebihi aku sendiri. Itu cuma kamu seorang. Tidak akan pernah bisa aku melupakan sosokmu.

Biarkan aku tau kalau yang aku lakukan itu salah jika itu memang salah. Kita tidak sama-sama menginginkan ada yang pergi terlebih dulu meninggalkan salah satu dari kita. Disaat terakhirmu pun, aku yakin kamu tak ingin pergi dulu dariku.

Advertisement

Kasihku, apa aku bisa menemukan cinta yang sama sepertimu? Atau haruskah ada cinta lain selain dirimu?

Kepergianmu yang tiba-tiba, tak mengijinkan aku untuk mempersiapkan diri. Setidaknya aku akan mencintaimu lebih lagi. Kalau saja waktu masih mengijinkan kita bersama, aku akan habiskan waktu lebih lama lagi bersamamu.

Tidak seperti air mata ini yang bisa kering atas kepergianmu, cintaku tak akan hilang meski kau pergi jauh disana. Aku masih ingin mengenang mu disetiap hariku. Setidaknya sampai aku tau, kamu, tak lagi bisa mencintaiku. I love you and always love you…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya