Pada kepergianmu yang berulang, kekecewaan kembali bersulang. Merayakan pulanganmu yang bukan kehatiku. Bukannya ingin melepaskan, mungkin hatiku yang tak ingin menelan pedih terus-terusan. Sebab luka yang kau tanam dengan sengaja adalah tanda bahwa hatimu sudah malas mengeja; namaku.

Di satu peran, ada aku yang begitu keras ber-angan dan masih bertahan dengan perasaan yang tak ingin menjadikan ini hanya kisah untuk putus perjalanan. Dilain peran, ada kamu dengan sikap egomu yang kukuh atas jalanmu untuk menjauh dan menjadikan kita hanya kisah masa lalu.

Awalnya kita satu tujuan, kaki kita saling beriringan. Langkah kita pun masih searah. Hingga akhirnya, pada perdebatan kesekian kalinya kamu memilih jalan tengah; berpisah. Sekilas luka kembali berceceran, pedih pun ikut bergumam tidak terima sebab keputusanmu menyudahi semua rasa. Padahal katamu saat itu “kita harus bertahan dan melanjutkan semua cerita”. Tapi apa nyatanya? Kita dirobohkan takdir, kisah kita tak seindah pahatan bahagia yang aku ukir.

Advertisement

Aku kira hanya aku yang cukup membuatmu bahagia. Ternyata aku kalah, aku salah dalam memperkirakan khayalan. Aku kurang pandai menghayati peran sampai-sampai aku ditenggelamkan oleh kucuran kesedihan. Aku pikir kau begitu nyaman, hingga kulupa kau telah buang senyum manismu dari ku jauh-jauh.

Bagaimana pun kenyataanya, kita harus sama-sama rela bahwa kita tak dapat lagi bersama. Tak perlu kamu tahu seberapa banyak kepingan yang pernah kamu hancurkan. Yang terpenting ialah, kita harus bisa membahagiakan seseorang yang nanti dikirimkan Tuhan. Entah kepada siapa penyesalan nantinya datang duluan, namun coba kita nikmati pilihan atas kesepakatan untuk pindah haluan.

Jaga baik-baik dirimu, masih banyak kecewa yang harus kamu tumpu. Bijaksanalah kau dalam memilih orang, agar tak salah nantinya dalam penyerahan perasaan. Agar tak ada lagi yang harus hancur atas kekecewaan. Jika takdir masih tak memperbolehkan kita bersama, kenanglah aku sebagai masa lalumu. Suarakan kepada pasanganmu, bahwa akulah yang membuatmu tahu. Bahwa cinta sejati harus merasakan perjuangan dahulu.

Advertisement
Salam Hangat Dariku, Orang yang pernah mencintaimu -
Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya