Selamat Hari Buku Nasional! Ya, 17 Mei adalah tanggal di mana ditetapkan sebagai hari buku nasional. Seperti kita tahu, buku adalah jendela ilmu. Bahkan dibeberapa kalangan, buku telah menjadi kebutuhan pokok yang tak boleh dilewatkan. Penetapan tanggal tersebut diambil dari momentum peresmian Perpustakaan Nasional pada tahun 1980 silam, yang diresmikan oleh Menteri Pendidikan kala itu, Abdul Malik Fajar. Tujuan dari ditetapkannya hari buku nasional ini, tak lain dan tak bukan adalah untuk meningkatkan minat baca masyarakat indonesia. Ide itu dilatarbelakangi fakta bahwa minat baca di Indonesia pada saat itu masih sangat rendah dibandingkan dengan Tiongkok. Minat baca masyarakat Indonesia rata-rata hanya 18.000 judul buku per tahun, sedangkan minat baca masyarakat Tiongkok rata-rata 140.000 judul buku per tahun.

Maka dari itu, Menteri Pendidikan ingin Indonesia memiliki Hari Buku Nasional untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Namun, hasil penelitian Perpustakaan Nasional pada tahun 2017, masih menunjukkan bahwa minta baca di Indonesia masih tergolong rendah. Rata-rata masyarakat Indonesia hanya membaca buku 3-4 kali perminggu, dengan durasi waktu membaca per hari rata-rata hanya 30-59 menit. Kecanggihan alat teknologi dan informasi sedikit banyak membawa pengaruh, baik pengaruh negatif maupun pengaruh positif, terutama kepada Generasi Milenial. Berdasarkan dari sumber Wikipedia, generasi milenial adalah generasi yang umumnya ditandai oleh peningkatan penggunaan dan keakraban dengan komunikasi, media, dan teknologi digital.

Advertisement

Milenial sepertinya diberi banyak kemudahan akan adanya hal itu, terutama perihal membbaca buku. Dengan adanya kecanggihan teknologi tersebut, tulisan-tulisan dan informasi telah mengalami transisi atau perubahan. Dari yang semula hanya dapat dinikmati lewat sebuah buku, kini dapat pula dengan mudah dinikmati lewat smartphone atau yang biasa disebut dengan buku elektronik (e-book).

Nah, permasalahannya adalah, ketika seseorang membaca buku, maka ia akan fokus terhadap isi dari buku tersebut, lain halnya dengan membaca e-book lewat smartphone, karena di dalam smartphone itu sendiri terdapat beberapa fitur-fitur menarik yang bisa membuat seseorang tidak fokus untuk membaca e-book. Hal inilah yang menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi para milenial, jangan sampai dengan hadirnya teknologi yang semakin canggih malah semakin menurunkan minat baca.

Hari Buku Nasional biasanya memang tidak dirayakan secara meriah.Namun, kita bisa merayakan dengan beberapa hal, dimulai dari diri sendiri lewat hal-hal yang sederhana. Yang pertama adalah sisihkan uang untuk membeli buku. Tidak ada salahnya kok membeli buku baru di hari buku, sebagaimana buku adalah jendela ilmu, jadi tidak ada ruginya menyisihkan uang untuk membeli buku, asyiknya, terkadabg ada beberapa toko buku yang memberikan potongan harga saat hari buku nasional. 

Advertisement

Kedua adalah luangkan waktumu untuk pergi ke perpustakaan. Beragam judul buku dari segala genre berjajar disana, mulai dari buku yang sifatnya mendidik hingga yang menghibur. Suasanya tenang dan nyaman yang diciptakan oleh perpustakaan akan menambah syahdunya membaca buku. Buku pun juga bisa dipinjam dengan batas tertentu. Selain itu, sekarang ini juga banyak dijumpai Coffee Shop yang juga menyediakan perpustakaan mini.

Nah yang ketiga yaitu dengan menyumbangkan buku. Buku-buku yang sudah tak terpakai dirumah bisa disumbangkan ke orang lain yang lebih membutuhkan. Itu juga merupakan hal yang biasa dilakukan untuk merayakan hari buku nasional. Selain berbagi ilmu, kalian juga akan dapat pahala, bukan?

Jangan bosan membaca buku, karena berawal dari sebuah buku, kita akan menemukan informasi baru, memperluas wawasan dan tentunya menambah ilmu. Sekali lagi, selamat hari buku nasional, salam literasi!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya