Masih seringkali terlintas tentang dia walaupun hanya sesaat, rasanya belum ada hari semenjak dia pergi yang kulewati tanpa namanya dipikiranku. Setiap sudut yang ada di kota ini memaksaku untuk menikmati kenangan yang sudah kulewati bersamanya selama dua tahun terakhir.

Belum lagi di setiap akan dan bangun dari tidur yang masih ada dipikiran ini masih saja tentang dia. Susah dijelaskan bagaimana sakitnya, memang hanya diri ini dan Sang Pencipta hati lah yang tau.

But even though i miss him, i’m doing my best to stop.

Tidak adil rasanya jika ini hanya dirasakan sepihak, apalagi pihak yang merasakan teresebut adalah korban dari adanya perpisahan ini. Sementara pihak yang memutuskan untuk pergi setelah berjanji, sama sekali acuh dan bertingkah seperti tidak terjadi sesuatupun.

Tuhan, tunjukkan dimana masa laluku harus bertempat. Sedih ketika harus mendzalimi diri sendiri dengan hal-hal yang seharusnya sudah tidak perlu dikenang.

Otak menolak namanya, tetapi ada ruang rasaku didada ini yang seperti masih memanggil namanya walaupun tak terdengar dengan suara. Sikap bijak yang seharusnya kulakukan adalah berhenti menyiksa diri sendiri. Tak ada seorang pun yang dapat menyelamatkanku dari keterpurukan selain diriku sendiri. Karna diriku sudah paham betul bahwa berharap pada manusa itu menyakitkan.

Ikhlaskan masa lalu, tidak perlu menyakiti diri sendiri dengan seseorang yang tak lagi menganggap keberadaanmu. Jika semua yang kau lakukan dengan mudah dilupakan, maka kamu pun harus bisa untuk itu. Tidak mudah memang, tapi kamu cukup berhenti mengenang dan menyesali. Jika seulit membersihkan semua tentang dia secara menyeluruh, maka biarkan dia tetap berada di satu ruang dihatimu, tanpa harus kamu beri cahaya lagi.

Ingatlah hidupmu masih sangat amat panjang. Mimpi yang tinggi itu belum kamu capai. Sekarang kamu tertatih, susah bangkit karena sesekali masih sering teringat. Tapi, jangan biarkan itu berlarut jika tak ingin hancur dan gagal. Dia bukan penentu kebahagiaanmu, masih banyak orang yang lebih menyayangi dan berkorban untukmu, karena mereka membutuhkan kesuksesanmu.

Dont allow people who not ready to interrup your greatness.

Masih terus kutunggu hari dimana aku sudah terbiasa dan menjadi biasa akan semua ini. hari dimana aku sudah berada di suatu waktu yang menyadarkan bahwa segala jatuh bangunku kemarin ternyata menempaku menjadi seseorang yang jauh lebih baik, serta menemukan kebahagiaan yang lain. Move on itu proses yang harus dilalui dengan tenang sampai kamu benar-benar merasa menang.

Least but not last, bersedihlah secukupnya tetapi bangkitlah sebanyak-banyaknya. Terima keadaanmu yang sekarang dengan tenang, belajarlah untuk berjiwa besar, memaafkan, melupakan, dan cari kembali hal baik dalam dirimu yang sempat hilang. Karena mimpimu terlalu tinggi untuk disejajarkan dengan orang yang menyakitimu.

Oleh Diana Hiri Nursyahbani

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya