Yah kutahu aku tidak pernah bisa bertemu denganmu lagi, tapi aku yakin jika kau memang bidadari yang telah ditakdirkan untukku maka tidak akan ada yang dapat menggantikannya, yah itulah yang dinamakan takdir.


pedang memang dapat melukaiku, tapi itu hanya luka luar sedangkan kata – katamu membuat luka yang tidak bisa hilang -nightmare teller


Advertisement

Apa yang terjadi pada diriku sehingga bisa membutakan mataku, semua yang kualami menjadi aneh dan tidak masuk akal, percayahkah kau kalau itu semua kerana dirimu. Percayahkah kalau semua itu kerenamu, tentu saja itu bukan semata – mata karena mu tapi kerena-Nya, andaikan bintang dapat bersinar di pagi hari mungkin matahari tidak akan nampak. Tapi kenyataanya matahari selalu bersinar bahkan cahayanya dapat menyinari bulan untuk menerangi di malam hari setelah dirinya menerangi di pagi sampai sore hari. Apakah semua itu terbayar hanya dengan itu semua, tentu saja tidak tapi matahari tidak pernah mengeluh meski terkadang dirinya sendiri menjadi korban cacian dan hinaan orang lain karenanya..

Semua ini hanya untukmu, apa yang kulihat dan kurasakan semua ini, hanya untukmu seorang, rasa sakit dan pedih yang melukai diriku bisa terbayarkan karena semua ini, hanya untukmu. Apakah kau sadar setiap kali ketika hampir bertemu diriku ini selalu melihatmu, tanpa kata dan senyuman kau melewatiku seolah diriku tak pernah ada di duniamu. Apakah kau sadar bahwa setiap yang kau lakukan itu, semuanya ingin kukuasai hanya untuk bisa melihatmu tersenyum, tapi bukan itu tujuan akhirku, ya tujuanku hanya berawal dari “ini hanya untukmu“.


bersamanya memang menjadi impianku, tapi melihat bahagianya merupakan hal yang harus kulakukan. -nightmare teller


Advertisement

Seandainya kau tidak berbicara tentang cinta kepadanya. Mungkin aku tidak akan tahu bagaimana menyikapi sikap keibuan dari dirimu, cermin yang selama ini kulihat semakin lama semakin berkembang dan semakin mustahil untuk kugapai, apalagi untuk mencapai dan bersamanya. Ketika kacamataku sudah tidak mampu lagi menemukanmu, itu pertanda akhir dari kisahku. Tapi kau membuat kan radar dimana secarik kertas-pun dapat menemukan dirimu, bagaimana mungkin diriku tidak bisa melupakanmu? Sungguh aneh dan inilah kenyataanya bahwa aku tidak bisa melupakanmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya