Kamu ingat kapan pertama kali kita saling mengukir cerita? Aku ingat jelas.

Aku tidak akan pernah menyesal bergabung di komunitas ini, yang ternyata membuat kita saling mengenal. Perkenalan yang tidak biasa, bahkan diawali dengan keangkuhanmu juga dinginnya setiap kata yang kau lontarkan. Jika ditanya mengapa, aku tidak akan pernah punya alasan untuk menjelaskan ketertarikanku padamu. Mungkin terlihat gegabah, karena segera kuputuskan untuk maju selangkah mendekatimu.

Aku memang gegabah, karena ternyata ada kamu dan dia yang lebih dahulu saling menemukan.

Aku yang baru saja merasa menemukan tempat untuk jatuh cinta lagi. Aku yang baru saja menapak selangkah untuk mendekatimu. Kenapa begitu cepat aku harus mengetahui bahwa dia memilikimu lebih dulu. Pikirku ini ulah semesta yang tidak ingin membiarkanku terlanjur jatuh.

Baiklah aku patah hati lagi, aku harus mundur demi menyelamatkan hatiku dari luka yang lebih dalam. Mungkin kamu tidak pernah tahu bahwa aku akhirnya aku sungguh menyimpan rasa yang besar kepadamu.

Pikirku mundur perlahan adalah hal yang mudah dan rasanya aku hampir berhasil.

Mundur perlahan untuk melepaskan anganku tentangmu tidak begitu sulit, mungkin karena aku baru mengayunkan kaki mencipta gemericik air saja. Ternyata semesta mengujiku, ini tidak semudah yang dibayangkan.

Keberadaanmu disekitarku menghantuiku, setiap pagi sapaanmu melintas di hadapanku, seyumanmu membangunkanku dari jenuh kehidupan kampus, dan suaramu yang memanggil namaku berbeda dari yang lain. Semua tentangmu menggelitik sanubariku. Semua hal yang berkaitan denganmu memicu nyalanya percikan api cinta. Tolonglah, aku ingin mundur jangan lagi, jangan! Aku mohon, sedikit lagi aku berhasil.

Terpikir olehku, jatuh cinta lagi akan membantuku melupakan bayanganmu.

Advertisement

Waktu tidak pernah menunggu, hari terus belalu dan bayanganmu masih berlalu-lalang di hadapanku. Terpikir olehku, jatuh cinta lagi adalah cara terbaik untuk mengalihkan perhatianku akan dirimu. Aku tidak mau tergesa-gesa seperti waktu aku memutuskan untuk memilihmu. Aku kasihan pada diri sendiri yang seakan memaksa hati untuk jatuh cinta lagi.

Tapi kali ini, naluriku berkata aku akan segera jatuh cinta lagi, entah kepada siapa. Tapi aku tahu pasti aku akan jatuh cinta lagi. Ya, itu pasti.

Siapa sangka kamu mendekat kepadaku yang sudah berbulan lalu memutuskan untuk mundur.

Aku tidak pernah menyangka ada yang mendekatiku diam-diam, harapku orang baru dan cinta baru. Yap, aku salah kali ini. Bukan orang baru yang akan membawa cinta baru. Orang yang pernah membuatku merinding karena kharismanya, orang yang mampu membuatku penasaran luar biasa dan membuatku segera patah hati karena fakta tentangnya. Iya kamu orangnya.

Kamu datang mendekatiku, aku yang sudah tiga perempat jalan meninggalkan bayang tentangmu. Siapa sangka aku tidak sanggup menolak kedatanganmu. Naluriku tidak salah, aku benar segera jatuh cinta lagi, tapi dengan orang yang sama. Dan aku gagal untuk pergi darimu.

Aku yakin perasaan tidak patut untuk dipersalahkan.

Seiring dengan berjalannya waktu, kamu berhasil membuat aku benar-benar jatuh menenggelamkan seluruh hatiku untukmu. Aku tahu orang lain akan mencibir dan mempersalahkan hubungan kita. Hubungan? Bahkan aku tidak pernah tahu apa sebenarnya hubungan yang terjalin diantara kita. Kamu memang tidak pernah mengungkapkan perasaanmu yang sesungguhnya.

Aku tahu kamu takut membuatku terus berharap, jika kamu mengatakan perasaanmu. Aku seperti buta, tidak bisa membedakan keseriusanmu atau sebaliknya. Tapi aku bisa lihat di matamu, aku yakin sinar itu bukan hal biasa. Mungkin kita hanya teman biasa yang saling melempar kemesraan. Mungkin aku hanya orang ketiga dari hubunganmu dengan dia.

Tapi semesta berbisik, bukan aku saja yang menapaki ini dengan hati, ada orang lain, siapa lagi kalau bukan dirimu. Pikiranmu mengajak hati untuk berbohong, tapi matamu bicara yang sebenarnya. Intinya aku mencintaimu dan rasa ini bukan rasa yang muncul pada masa remaja. Maafkan aku dan jangan lagi menyalahkan perasaan.

Dan kita berjalan terlalu jauh, tersandung, dan tenggelam dalam kesenangan semu.

Rasa ini semakin merasuk, semakin sering kata cinta semakin dalam rindu hinggap di antara kita. Sampai pada satu masa, kita tenggelam dalam kesenangan semu, yang mengatasnamakan cinta. Aku ingin seperti halnya kamu yang seakan memiliki seluruh duniaku.

Aku harap aku bisa merasakan hal yang sama, memilikimu sepenuhnya, tapi apa daya, kamu memang bukan milikku. Ada orang lain yang sedang menantimu di luar sana.

Terasa tidak adil bagiku karena akhirnya kamu harus pergi dengan dia.

Seandainya kita saling menemukan lebih dulu, mungkin akulah orang yang akan kau bawa sampai pada hari janur kuning itu dilengkungkan, dan mungkin ayahku akan mengantarkanku kepadamu sampai di depan Altar. Kenyataannya kamu harus pergi dengan dia, naik ke pelaminan yang telah kamu, dia, dan keluarga kalian rancang.

Aku tahu kamu terlalu pintar menyembunyikan perasaanmu, aku tahu ketidaksiapamu, aku tahu kamu ingin teriak minta tolong atas tuntutan keluarga. Kamu membohongi dunia dengan segala kepiawaianmu memaniskan setiap kata.

Ini tidak adil, dia akan memilikimu benar-benar seutuhnya, disini aku menangis pilu menahan perih karena telah kuberikan seluruh duniaku untukmu, dan sementara kamu terus membohongi dunia.

Disini aku menjaga semua tentangmu karena rasa ini terlalu besar.

Sejak kepergianmu, semuanya terasa runtuh, berbagai masalah seakan mengejarku. Mungkin kamu tidak pernah tahu apa saja yang sudah aku lewati dan sedang aku alami. Hidupku seperti penuh bencana, segalanya menjadi berantakan.

Kepergianmu meninggalkan cerita dengan banyak versi, dan semunya harus aku tanggung sendiri diselimuti air mata juga darah. Ini karena kita, yang seharusnya kita hadapi bersama, dan aku berdiri sendiri disini. Segalanya telah kulakukan demi menjaga segala hal tentangmu, walau harus berjuang habis-habisan.

Terima kasih untuk luka dalam yang telah kamu tinggalkan, ini terasa abadi.

Semoga segala hal yang sedang menimpaku menjadikanku berkat untuk orang lain, ketika aku bisa mengolahnya menjadi hal baik. Aku harap kamu bahagia dengan hidupmu yang baru. Terima kasih untuk luka dalam yang kamu tinggalkan, ini akan menjadi kisah yang tidak pernah mati untukku. Dan kali ini aku percaya naluriku tidak akan salah, karena aku akan jatuh cinta lagi.

Sang empunya semesta akan benar-benar menjatuhkanku pada cinta yang baik dan mengobati setiap luka yang pernah kamu tinggalkan. Setelah ini doaku agar kamu bertumbuh menjadi pribadi yang bermoral juga penuh tanggung jawab.

Tak perlu diminta, aku pun akan mencari kebahagianku yang lain.

Kamu mungkin tidak pernah tahu, aku yang tersakiti disini masih mencintaimu penuh harap. Walau aku tahu kamu juga tersakiti, tapi aku harap kamu terus berbahagia. Aku masih berharap untuk dirimu yang dulu. Jika kita bertemu lagi di getaran yang berbeda, aku ingin membuatmu tinggal bersamaku. Tapi sampai saat itu tiba, aku akan terus melangkah menemukan kebahagianku yang lain.