Ada yang sudah pernah berkunjung ke Pantai Jembatan Panjang? Pantai ini terletak persis di sebelah barat Pantai Balekambang yang berada di Kabupaten Malang. Tepatnya di Kecamatan Bantur daerah Malang Selatan, Jawa Timur.

Awalnya gue nggak tau pantai ini karena niatnya emang cuma mau ke Pantai Balekambang. Pas sampai di Balekambang gue malah tertarik sama pulau di sebelah barat pantai ini. Dari kejauhan pulau ini sudah seperti menggoda gue. Di saat yang lain tengah asyik berselfie ria di atas jembatan warna-warni bagai prosotan TK, dengan latar belakang Pura, gue malah melipir jalan menyusuri pantai ke arah barat disusul adek gue di belakang. Ngomongnya sih ingin nemenin doang biar gak kesepian guenya.

Advertisement

Nah setelah jalan kaki selama kurang lebih sepuluh menitan kita berdua sampai di sebuah jembatan panjang berwarna biru. Walau cuma sepuluh menit, kaki rasanya pengen 'ndlosor' ke pasir. Gue memutuskan naik ke atas jembatan dan disusul adek gue yang masih ngos-ngosan. Awalnya gue pikir ini masih ikut kawasan Pantai Balekambang, secara emang pantai ini gak terlalu jauh jaraknya dengan Pantai Balekambang. Ternyata setelah sampai rumah gue cek di google pantai ini punya nama sendiri. Namanya Pantau Jembatan Panjang. Kenapa namanya begitu? Udah gak usah gue jawab juga tau sendiri kan lo pada.

Di sini airnya biru jernih coy, gilaaa pengen nyebur sih rasanya. Sayangnya gak bawa baju ganti. Terima nasib cuma foto-foto doang. Ombaknya tergolong tenang menurut gue. O ya untuk masuk kawasan Pantai Jembatan Panjang ini cukup dengan membayar 5000 saja. Tapi karena waktu itu gue datangnya kesorean plus lewat Pantai Balekambang, jadinya ya gratis tis tis.

Jembatan biru ini menghubungkan antara bibir pantai dengan pulau di seberangnya. Namanya Pulau Hanoman (sementara yang di Balekambang namanya Pulau Ismoyo). Nah karena gue gak sabar pengen ke keliling pulau yang gak terlalu besar ini, gue memutuskan naik ke pulau duluan ninggalin adek gue yang sibuk selfie.

Advertisement

Di pulau sendiri sudah dibangun trek buat mengelilingi pulau ini sendiri. Jadi sudah ada jalurnya, enak tinggal muter aja. Nah pas mau ke atas pulau sendiri ada dua jalur nih, ke kiri sama yang lurus. Gue mutusin untuk belok ke kiri karena di situ nantinya bakal ada spot foto yang view-nya Pantai Balekambang. Gue duduk-duduk sambil nungguin adek gue kok kagak nongol-nongol juga nih anak? Gue pikir mungkin dia ambil jalan yang lurus kali ya, emang jalan lurus jalannya orang yang beriman.

Pas gue mau jalan ke arah selatan, gue nyium aroma dupa. Entah itu dupa beneran atau bau akar pohon atau yang lainnya gue gak tau. Yang jelas bau itu cukup buat gue agak merinding. Ditambah lagi, gue belum juga nemu adek gue, padahal gue udah muterin tuh pulau 3 kali. Bayangin! Betapa paniknya gue saat itu. Maghrib-maghrib pula. Di mana katanya saat yang tepat buat makhluk dunia lain berkeliaraan. Sebenarnya ada 2 spot foto lagi. Yakni di sebelah selatan dengan view Samudra Hindia dan sebuah pulau karang kecil, serta di sebelah barat dengan view bibir Pantai Jembatan Panjang.

Namun gue udah gak peduli lagi dengan semua keindahaan itu, di benak gue, gue harus segera nyari adek gue. Dan kalian tau di mana ternyata adek gue? Dia masih asyik selfie di jembatan pemirsah. Katanya dia takut nyasar ke pulau sendirian karena gue tinggalin. Padahal pulaunya kecil vroh. Tapi emang sih pulaunya agak mistis gimana gitu. Maghrib-maghrib pula ya, kan?.

Nah singkat cerita setelah berhasil ambil foto sekedarnya, kita balik ke teman-teman kita yang lain yang mungkin udah nyariin kita. Jalanan udah gelap. Jarak masih jauh. Hati masih diliputi rasa was-was. Status masih single. Duh.

Setelah ngambil beberapa foto bareng, cuci kaki, dan sekedar mampir lihat souvenir baju, kita putuskan pulang.. Yeaayy…

Namun cerita belum selasai. Pas di jalan di tengah hutan, tiba-tiba headset adek gue berbunyi kenceng banget sampe terdengar di telinga gue. Dan itu berulang sampai 2 kali. Gue pikir itu ulah ponselnya yang bobrok. Ternyata pas di rumah gue tanya, dia sendiri juga gak tau penyebab tiba-tiba volume headsetnya naik. Hmmm…

Pas gue curhat di grup, ternyata ada salah satu temen gue yang tau itu. Bukan masalah headset, tapi tentang ada yang ngikutin adek gue sejak di Pantai Jembatan Panjang. Duh, merinding gak sih?

Pas gue baca-baca tentang pantai ini, gue nemuin cerita, ternyata dulu jembatan biru itu sering rusak meski berulang kali diperbaiki. Katanya sih, yang menghuni Pulau Hanoman gak terima pulaunya diusik. Setelah dilakukan perjanjian dan ritual, akhirnya jembatannya jadi sampai sekarang. Percaya gak percaya sih.

Kalau kalian sendiri berani menjajal sensasi ke Pulau Hanoman sore-sore?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya