Stigma Negatif untuk Fresh Graduate yang Langsung Dapat Kerjaan

Terkadang mendapat pekerjaan sehabis lulus menimbulkan stigma negatif.

Setelah lulus kuliah setiap orang pasti mendambakan dapat pekerjaan yang mapan dan sesuai dengan passion. Saat ijazah sudah berhasil didapat, langkah yang perlu dilakukan pertama kali adalah mengcopy sebanyak-banyaknya ijazah dan transkip nilai. Tak lupa kawan-kawannya seperti CV, fotocopy KTP, pas foto, SKCK, dan kartu kuning juga perlu dipersiapkan. Setelah semuanya tersusun dengan rapi, langkah selanjutnya adalah memasukkan berkas-berkas tersebut ke dalam amplop coklat lalu siap untuk disebarluaskan ke kantor-kantor yang dengan ikhlas menerimanya.

Setelah itu apa yang harus dilakukan? Jawabannya adalah sabar. Iya, sabar menunggu telepon, kotak masuk email, sms, ataupun chat WA. Bagi para fresh graduate, semangat yang menggebu-gebu harus wajib dimiliki. Okelah kalau masa tunggunya satu, dua, atau tiga bulan. Itu masih dianggap wajar. Tapi kalau sudah memasuki enam bulan sampai setahun masa tunggu, siap-siap deh orang rumah pasti membombardir dengan omelan-omelan yang awalnya diawali dengan kalimat:


“Gimana, sudah ada panggilan kerja belum?” lalu berubah menjadi, “Mbok luru kerja mono ora tura-turu tog nang kamar. Kae lho anake lek Cahyudi wes biso tuku motor dewe. (Ayo dong cari kerja tidak tiduran terus di kamar. Itu lihat anaknya om Cahyudi sudah bisa beli motor sendiri)”. 


 Diantara banyaknya para pencari kerja yang dengan sabar menunggu kabar tentang lamarannya diterima atau tidak, pasti ada diantara kita atau teman kita yang sama-sama fresh graduate langsung dapat kerja setelah sah menjadi sarjana. Bahkan prosesnya bisa dibilang cepat dan gampang. Karena hal tersebut, sering banget tuh ada orang-orang yang dengan santainya nyinyir dengan ngomong kalau pasti ada faktor x dibalik suatu pekerjaan yang didapat dengan mudahnya.

 “Wah, enak ya bisa langsung dapat kerja. Dibawa siapa? Kamu anaknya pak itu kan? Bla bla bla. Itu adalah salah satu pernyataan dan pertanyaan yang seringkali diterima oleh para fresh graduate yang dengan cepat langsung mendapatkan pekerjaan. Memang sih, dalam dunia lamar-melamar suatu pekerjaan kita harus dituntut punya teman yang banyak agar mudah mendapatkan info yang akurat apabila ada lowongan pekerjaan.

Misalnya saja, di kantor x sedang membutuhkan staf ahli dalam bidang tertentu. Tapi, kantor tersebut tidak menyebarluaskan informasi lowongan pekerjaan. Hanya karyawan-karyawan kantor tersebut saja yang mengetahui adanya lowongan pekerjaan. Nah, informasi yang seharusnya diketahui banyak orang beralih fungsi menjadi informasi pribadi yang disebarkan hanya kepada saudara atau teman-teman dekat saja. Saat fresh graduate yang mendapatkan kesempatan untuk langsung dapat bekerja di kantor tersebut, siap-siap saja deh ya kena nyinyiran tetangga. Maklum, dia kan karyawan titipan.

Lain lagi kalau ada salah satu syarat yang ada hubungannya dengan fisik. Tidak sedikit lowongan pekerjaan yang mencantumkan salah satu syaratnya yaitu harus mempunyai penampilan yang menarik. Sudah bukan menjadi rahasia lagi kalau syarat tersebut sering menjadi suatu perbincangan yang tiada habisnya untuk mereka para pencari kerja yang tidak good looking-good looking amat alias tampang pas-pasan. Untuk para fresh graduate yang dianugerahi tampang dan fisik yang oke, syarat harus berpenampilan menarik bukanlah menjadi suatu masalah. Jangan heran kalau nanti ada yang nyeletuk ngomong gini, “Pantesan langsung diterima kerja, cantik atau ganteng sih”. Bagi mereka fresh graduate yang mendapat sindiran seperti itu anggap saja sebagai cambukan. Buktikan kalau kalian bisa bekerja dengan baik dan tidak sekedar mengandalkan fisik doang.

Anggapan orang saat mengomentari orang lain memang tidak bisa dihindari begitu saja. Untuk fresh graduate yang dengan cepat mendapat pekerjaanpun tidak luput dari nyinyiran-nyinyiran pedas. Apalagi saat diketahui IPK dan skill yang rendah tapi bisa langsung diterima kerja. Pertanyaan-pertanyaan kejam pun tidak bisa terelakkan lagi. Salah satu yang membuat heran adalah ketika ada yang bertanya, “Kok bisa sih kamu diterima kerja di kantor itu. Kamu pakai jimat ya. Kasih tahu dong caranya”. Saat ada orang yang ngomong ngawur begitu, jawab saja begini, “Jimat-jimat apaan, itu loh setelah Kamis hari Jimat”. Krik krik.

Sebenarnya bebas sih ya orang mau ngomong apa saat kita dengan mudahnya mendapatkan suatu pekerjaan. Hal yang terpenting adalah kita harus yakin bahwa pekerjaan tersebut halal dan tidak merugikan orang lain. Untuk para fresh graduate yang sedang berjuang mencari pekerjaan, selamat datang. Jika tidak bisa mendapatkan cobalah untuk menciptakan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

"Jangan Bosan Jadi Orang Baik".