Kehilangan selalu menjadi hal yang paling sulit untuk dilalui. Rasanya tidak ada satu orang pun yang mampu bersikap biasa-biasa saja setelah kehilangan. Sayangnya, kehilangan dan kepergian adalah salah satu tahap kehidupan yang harus dihadapi semua orang. Aku, kamu, kita tau itu. Bagian tersedihnya adalah meskipun aku sudah pernah mengalami kehilangan berkali-kali, tapi aku selalu mampu dibuat menangis seperti pertama kalinya aku merasakan kehilangan.

Bukan mudah melewati waktu tanpa seseorang yang telah menjadi kebiasaanku. Lantas, seluruh hidupku berubah seratus delapan puluh derajat. Kamu melangkah pergi dengan kehidupan barumu, sementara aku tetap dengan kehidupanku yang masih ada kamu. Sungguh, upayaku untuk menghentikan perasaan ketika segalanya sedang terasa indah-indahnya, tidak pernah sederhana.

Advertisement

Kamu mungkin tidak tahu bagaimana tabahnya aku melihat pergantian status dan foto-foto bahagiamu. Mengetahui cara seseorang yang aku cintai mencintai seseorang yang bukan aku, ternyata sangat-sangat-sangat menghancurkan hati. Tidak selesai pada saat itu saja, setelahnya aku berhadapan dengan orang-orang yang dulunya mendukung hubungan kita. Aku harus meyakinkan mereka dan seluruh dunia, bahwa aku baik-baik saja (meskipun sebenarnya belum) setelah kehilangan. Hidup terlalu tidak mau tahu, hingga membuatku terlalu tenggelam dalam kehilangan ini.

Menyakitkan, sungguh sangat menyakitkan.
Karena luka dan obatnya selalu dibuat terpisah.
Aku tidak mungkin meminta pelukan darimu lagi ketika aku butuh dikuatkan.
Tidak. Akan. Pernah. Bisa.

Hingga aku tiba di hari harus selesainya luka-luka ini. Entah kekuatan apa yang mendorongku untuk keluar dari kepompongku. Aku sadar, aku sudah terlalu lama bersembunyi dan bersahabat dengan luka. Hingga aku sendiri lupa berdoa, "semoga kehilangan yang telah terjadi akan digantikan dengan seseorang yang sama indah atau bahkan lebih indah dari sebelumnya". Aku hanya perlu bangkit, jatuh cinta lagi, dan berbahagia. Iya, BAHAGIA! 1 kata yang dulu rasanya tidak bermakna apa-apa.

Advertisement

Tapi sekarang, semuanya berbeda.

Jika aku pernah sedih akan kehilangan, bukan berarti aku terlalu lemah untuk menghadapinya. Namun, semua orang punya caranya sendiri untuk membasuh luka. juga waktu yang berbeda-beda untuk menyembuhkan diri. Mereka selalu berkata, terkadang seseorang pergi agar seseorang yang lebih baik bisa datang. Dan saat ini, aku sedang belajar untuk mempercayainya. Semoga perkataan itu, memang benar adanya.

Hari ini, aku ingin membicarakan kehilangan dengan sangat bahagia.
Terima kasih karena pernah ada di hari-hari itu.
Besok, aku tidak akan mengingatmu lagi sebagai kenangan, tetapi pelajaran.
Terima kasih untuk semua pengalaman yang kamu ciptakan.
Lusa, kita akan kembali menjadi dua orang asing.
Maka, terima kasih untuk sebuah masa lalu yang berharga.
Aku akan segera menyusulmu bahagia.

Darimu, aku akhirnya tahu:

"Mungkin aku memang tidak ditinggal pergi, melainkan sengaja dibiarkan pergi untuk bertemu dengan seseorang yang lebih baik."

Terima kasih sekali lagi untuk kebaikanmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya