Masih pentingkah diriku bagimu? Masih berartikah aku dalam hidupmu?

Aku terus mencoba dan terus mencoba untuk mengerti semua keinginanmu, aku korbankan waktuku hanya untuk menunggumu mengerti. Semua pengorbananku selama ini. Berharap suatu hari kamu akan peka akan semua yang aku lakukan untukmu. Tapi hingga kini kepekaan itu tak kunjung aku dapati. Kini aku sudah lelah, lelah akan sebuah penantian, lelah dengan semua pengharapan pengharapan indah bersamamu. Aku tersakiti oleh rasa cinta yang ku ciptakan untukmu. Saat ini hanya kebencian dan kemarahan yang ada pada diriku.

Advertisement

Aku benci melihatmu yang masih bisa tersenyum seolah tidak pernah menyakitiku. Suatu hari aku ingin kamu membenci dirimu sendiri karena kamu telah menyia-nyiakan wanita yang tulus mencintaimu. Disetiap malammu hanya akan teringat semua kenangan kenangan bersamaku, kau akan menangis dan terus menangis meneratapi kepergianku saat ini.

Di setiap hari-harimu hanya akan ada rasa kesepian yang sangat menyiksa batinmu. Tidak ada lagi suara cerewetku di pagi hari untuk sekedar membangunkanmu, mengingatkanmu untuk tidak telat makan, memarahimu saat kamu pulang kerja kondisi basah kuyup karena tidak memakai jas hujanmu. Tidak lagi kau jumpai sikap kekanak-kanakanku yang tiba-tiba ngambek saat kemauanku tidak kamu turuti. Semua kebiasaan itu sudah hilang.

Pada akhirnya di sisa hidupmu hanya akan ada penyesalan karena telah menyakitiku. Wanita yang jelas-jelas menawarkanmu ketulusan kasih sayang dan cintanya namun kau sia-siakan. Bahkan Jika kamu menemukan bahagiamu dengan wanita lain kelak kamu bahagia di atas penderitaan orang lain.

Advertisement

Kamu bisa mempermainkan aku, tapi tidak dengan karmamu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya