Rumah sakit, tempat dimana kita dapat bertemu dengan orang sakit, orang yang menjenguk, dokter, obat-obatan dan berbagai kepentingan kesehatan lainnya. Tetapi, banyak orang menganggap bahwa para dokter adalah orang-orang yang sepenuhnya mengontrol sebuah rumah sakit dan dokter lah satu-satunya orang yang akan membantu mereka.

Apakah itu benar? Tentunya tidak. Dokter dapat melakukan semua pekerjaannya juga karena bantuan sekitar mereka. Yaitu, bantuan dari suster untuk menjadi asisten, bantuan dari resepsionis untuk menbantu jadwal mereka bersama pasien, bantuan dari pembersih untuk membersihkan ruangan mereka agar tetap higenis dan lain-lainnya. Mereka semua memiliki peran yang penting di rumah sakit, terutama peran seorang suster/perawat yang sangat penting bagi lingkungan suatu rumah sakit. Mungkin anda bertanya, apa bedanya suster, perawat dan dokter? Mereka memiliki pekerjaan yang berbeda dan tentu sama pentingnya.

Advertisement


Seorang perawat bertugas memberikan pelayanan keperawatan kepada individu, keluarga, kelompok atau masyarakat mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks sesuai dengan diagnosa masalah yang terjadi. Perawat dan asisten perawat saling membantu pasien dalam memberikan perawatan sesuai dengan tahapan proses keperawatan. Mereka diwajibkan untuk, menjaga pasien, merawat pasien, memberikan obat, menjaga kesehatan pasien dan juga memberikan motivasi dan perhatian.


Seperti apa yang dialami oleh Amelia Kimin (49 tahun), perawat & ketua umum organisasi Keperawatan Bencana Indonesia, perawat adalah penting dalam pekerjaan di bidang kesehatan ini. Menjadi seorang perawat tentunya ada suka dan duka tersendiri, Amelia mengatakan bahwa “Hal positif adalah, bahwa saya mampu memberikan asuhan keperawatan. Artinya, tindakan-tindakan keperawatan yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan diri sendiri, keluarga dan masyarakat.”

Amelia memang memiliki hobi dalam bidang biologi dan ia juga memiliki hobi untuk bergabung dengan organisasi-organisasi yang dapat membantu masyarakat dan lingkungannya. Sehingga, Amelia sangatlah menikmati pekerjaannya sebagai perawat ini. Karena hobi dan kekagumannya Amelia terhadap ilmu keperawatan, ia tidak hanya menghabiskan waktunya menjadi perawat. Tetapi Amelia juga bekerja sebagai pembimbing atau dosen di Universitas Indonesia, Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK).

Advertisement

Tetapi walaupun begitu, menjadi perawat tidaklah sepenuhnya menyenangkan. “Saya harus meningkatan image keperawatan di Indonesia menjadi lebih baik.” Sehingga untuk mengatasi masalah tersebut, ada beberapa hal yang dilakukannya, pertama adalah dimulai dari diri sendiri. Amel mengatakan bahwa, sebagai perawat, kita harus yakin bahwa kita bekerja sepenuh hati. Kedua, adalah melalui organisasi profesi, jadi dia memiliki visi bahwa HIPGABI (Himpunan Gawat Darurat Bencana Indonesia) itu harus mampu membantu orang-orang dalam bencana dan meningkatkan kualitas gawat darurat. “CEPAT! TEPAT! dan AMAN untuk pasien!”


Duka atau penyesalan yang dialaminya selama menjadi perawat adalah saat ia tidak mampu menolong orang-orang yang terserang penyakit mendadak.


Saat pasien tersebut datang ke IGD, dengan kondisinya yang akut, perawat pun tidak dapat membantunya dengan cepat dan optimal, sehingga tidak banyak bantuan yang dapat dilakukan kepada pasien tersebut. Amelia menjelaskan mengenai penyesalannya bahwa, “Kadang-kadang terbayang, aduh coba saya bisa menolong, aduh coba saya bisa menolong.”

Memang menjadi seorang perawat tidaklah mudah, apalagi dengan semua kemungkinan-kemungkian yang tidak dapat kita bayangkan. Juga beban dari nyawa seseorang yang butuh bantuan pada keadaan yang darurat pun membuat pekerjaan seorang perawat jauh dari mudah. Amelia pun memberikan pesan kepada perawat-perawat muda Indonesia bahwa,

“Ketika kita berada di satu tempat, profesi, maka kita harus memberikan yang terbaik kepada tugas yang kita punya dan kita bekerja dengan senang dan lapang dada. Sehingga, profesi keperawatan itu bisa menyenangkan buat kita. Kalo menyenangkan buat diri sendiri, Insya Allah kita akan memberikan yang terbaik kepada pasien kita, kepada masyarakat kita dan juga kalau kita senang maka kita akan selalu semangat untuk meningkatkan ilmu dan keterampilan kita. Jadi untuk perawat-perawat muda, harus selalu menyenangi profesinya dan selalu lebih baik kedepan, semoga perawat Indonesia bisa menjadi perawat profesional. MAJU SUKSES SELALU!”

Wah, sangat menginspirasi ya! Perawat Indonesia BISA!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya