Ibu, maafkan aku. Aku yang belum bisa menjadi anak yang engkau banggakan. Maafkan aku yang masih suka bersifat kekanak-kanakan. Serta, aku pun belum bisa menjadi anak seperti yang engkau inginkan.

Ibu, aku menyayangimu. Sungguh sangat-sangat menyayangimu. Tetapi maafkan aku yang belum bisa menguangkapkanya langsung kepadamu, karena tingginya rasa gengsiku. Akhirnya aku lebih memilih diam dan tak jadi mengungkapkanya lagi padamu.

Advertisement

Namun ternyata aku salah, sungguh pernyataan itu sangat engkau nantikan untuk didengarkan langsung dari mulutku. Maafkan aku yang hingga kini masih belum bisa menyingkirkan ego itu, Bu. Aku pun merindukanmu ibu, sangat-sangat rindu. Sungguh aku rindu bermanja padamu bu, tidur di atas pangkuanmu. Bahkan aku juga rindu saat engkau menyuapi makanan ke mulutku waktu kecil dulu, aku pun rindu, Bu. Aku rindu saat- saat bersamamu, Bu.

Namun semua itu berubah perlahan saat kelahiran adik pertama dan keduaku. Aku sangat merasakan perubahan itu. Dari berkurangnya kasih sayang, belaian, hingga uang jajan pun ikut surut. Ibu, aku cuma pengen bilang kalau aku sayang sama ibu, melebihi apapun. Maafkan aku dari semua kenakalanku, keegoisanku, dan masih banyak sifat-sifatku yang pernah membuatmu marah, jengkel, atau sedih.

Tapi kini aku sudah tumbuh menjadi gadis remajamu, Bu. Doakan aku agar menjadi wanita dewasa, kuat, dan tangguh sepertimu, Bu. Doakan aku agar bisa menggapai cita-citaku untuk bisa membawamu berhaji, bertamu kerumah-Nya. Aku ingin membagiakanmu, Bu. Doakan aku semoga aku bisa.

Advertisement

Bu, andai ibu tahu. Sejak aku merantau ini, aku banyak belajar tentang arti kehidupan di dunia ini. Aku mendapatkan banyak pengalaman, teman-teman dari berbagai tempat, dan juga pengetahuan. Tapi satu hal yang aku sayangkan dan aku baru menyadarinya, yaitu belajar untuk lebih menyayangi dan menghormatimu. Maafkan aku, ampuni segala kekhilafanku terhadapmu.

Tapi setelah aku sadar, aku tak ingin mengulanginya lagi. Aku ingin menjadi anak yang bisa membahagiakan dan membanggakanmu kelak. Doakan aku, semoga ketika aku pulang nanti aku menjadi diriku yang lebih baik dan bisa membanggakanmu.

Sekali lagi aku hanya ingin mengatakan jika aku rindu dan sayang kepadamu, Ibu. Semoga ibu sehat selalu dan panjang umur karena aku ingin engkau menjadi saksi kesuksesan dan pernikahanku nanti.

I love you, Ibu. Dariku, anak sulungmu yang sangat mencintai dan menyayangimu selalu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya