Apa kabar, mantan ?

Sudah lama kita tak berjumpa. Jangankan berjumpa, saling sapa pun tak pernah. Aku maklumi itu semua. Aku menghargai kehidupanmu, dan kau ? Entahlah masih peduli perihal tentangku atau tidak.

Advertisement

Untukmu yang sempat hadir…

Aku merindukanmu dengan sangat. Merindukan berbagai momen indah yang telah kita lalui. Merindukan senyum manismu, yang membuat penatku hilang beberapa saat. merindukan bau badanmu yang membuatku nyaman seharian. Merindukan tulisan bukumu yang berantakan,tapi di mataku tetap istimewa dan terbaca. Merindukan pembicaraan masa depan kita masing-masing. Merindukan bintang dan bulan tersenyum pada kita berdua di malam hari. Merindukan kecemburuanmu terhadap teman laki-lakiku. Merindukan duduk berdua dengan ditemani Mie Ayam Sekolah. Merindukan semua perihal tentangmu.

Namun…

Advertisement

Semua itu bohong. Sejak ku tuliskan judul narasiku di atas. Setelah aku menulis semua ini, aku sudah tak lagi merasakannya.Aku sedang tersenyum, percayalah.Aku bahagia. Tak perlu aku yang merindukanmu lagi.Tak perlu aku yang mencemaskanmu lagi. Tak perlu aku yang mengkhawatirkanmu lagi. Tugasku sudah cukup. Tugasku kini pergi lalu menghilang.

Untuk tidak mengenal dirimu lagi, lebih baik bukan ?

Aku hanya bercanda. Aku tidak kekanak-kanakan lagi. Aku bukan dirimu . Yang selalu mengganggap masalah kecil adalah sebuah luka. Aku hanya berharap kita baik-baik saja.

Aku harap kita berdua bahagia, walau di jalan yang berbeda.

Ya, aku berharap demikian. Akan indah rasanya, bila kita sama-sama melupakan satu sama lain. Melupakan hal-hal yang pernah terjadi di antara kita. Hal-hal yang pernah membuat kita berdua bertemu lalu menggantungkan cinta kita terhadap semesta. Dan hal-hal yang membuat langkahmu pergi dari kisah kita. Serta hal-hal yang membuat kisah ini menjadi angan belaka. Setelah, kita sama-sama melupakan, berbahagialah kamu, wahai mantan. Kita harus berbahagia walau di jalan yang berbeda.

Dan harapan terakhirku adalah..

Suatu saat aku akan bertemu denganmu. memberi senyum kecil kepadamu. Tak ada lagi kecanggungan di antara kita. Lalu kita berbincang. Dan aku akan mengenalkanmu seseorang, begitupun kamu sebaliknya. Ya, aku kan mengenalkanmu seseorang yang membuatku tersenyum di saat aku menangis karena perbuatanmu. Dan kamu, mengenalkan seseorang yang kamu ajak tersenyum ketika aku sedang menangis.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya