Dear kamu,

Sudah lama sekali rasanya aku tak menulis surat untukmu, aku bahkan lupa bagaimana rasanya berkata-kata padamu. Apakah kau baik-baik saja? Apakah kau bahagia? Aku rasa itu tak perlu ditanyakan lagi, sudah pasti kau bahagia. Maaf, aku tak mampu menahan perasaanku sendiri. Aku di sini juga baik-baik saja, bila kau memang ingin tahu. Tapi aku tak bahagia. Maaf.

Advertisement

Sudah berapa lama tepatnya, 2 tahun? 3 tahun? Aku sampai lupa perjumpaan terakhir kita, tapi itu tidak membuatku melupakanmu. Aku masih ingat matamu yang sendu dan bibirmu yang tersenyum pun jarang. Aku bahkan harus berbuat bodoh hanya supaya aku bisa melihat lesung pipitmu itu. Tapi aku tak apa, aku tak pernah menyesal.

Saat ini aku masih di sini, sendiri, menunggu. Aku bahkan tak tahu apa yang aku tunggu. Dirimu kah? Atau orang lain kah? Entahlah. Mungkin siapa saja yang mampu menemukanku. Aku tak apa bila harus menunggu lebih lama, setidaknya aku tahu akan ada seseorang yang mencariku, iya kan?

Aku rasa sekian saja, aku tak tahu harus berkata apa lagi. Rasanya semakin lama aku takut aku semakin merindukanmu dan tak ingin melepasmu. Salam untuk siapapun yang kau temui di sana, tetaplah bahagia, ku mohon, aku juga akan berusaha bahagia.

Advertisement

Dari,

Aku yang masih merindukanmu sampai saat ini.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya