Surga belanja. Adalah sebutan khusus untuk jalan malioboro. Jalan tersebut terletak pada jantung Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan malioboro merupakan salah satu kawasan wisata belanja andalan kota Yogyakarta yang didukung oleh adanya pertokoan, rumah makan, pusat perbelanjaan, dan para pedagang kaki limanya.

Barang yang diperdagangkan pun berasal dari barang lokal maupun barang impor. Maka dari itu, dalam makalah ini saya akan mengupas lebih dalam mengenai pengaruh pasar cina terhadap perdagangan batik lokal. Batik merupakan salah satu warisan budaya leluhur asli Yogyakarta dengan keberagaman corak maupun warnanya yang berbeda dibandingkan dengan batik asal provinsi-provinsi lainnya.

Advertisement

Batik telah diminati tidak hanya oleh konsumen lokal, namun juga telah menjangkau hingga skala international. Terlebih setelah diresmikannya batik oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya yang harus dilestarikan. Tentunya hal tersebut lebih menyadarkan masyarakat terlebih kepada generasi muda untuk lebih peduli akan upaya pelestarian dan kemajuan produksi batik lokal. Hal ini membuat para pengusaha cina beberapa tahun belakangan ini tertarik untuk memproduksi batik secara massal untuk di ekspor ke beberapa negara Asia Tenggara.

Selepas itu batik tersebut juga dipasarkan kembali ke Indonesia. “Para pembeli itu sudah tidak memandang rasa nasionalisme. Yang terpenting bagi mereka adalah harganya lebih murah,” tegas salah satu penjual batik di jalan malioboro. Para pengusaha telah meng-copy beberapa corak tertentu pada batik khas Yogyakarta dengan alasan bahwa bahan dan tenaga kerja di Cina yang cenderung lebih murah. Selain itu, hal tersebut juga dapat menekan ongkos produksi yang pada akhirnya produk batik hasil tiruan tersebut dapat dijual dengan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan produk batik asli lokal.

Padahal jelas bahwa kualitas batik dari Cina mempunyai kualitas yang cenderung rendah karena menggunakan bahan dan cap yang kualitasnya jauh berbeda dibandingkan dengan batik Yogyakarta. Sangat disayangkan, batik-batik produksi Cina telah merambah ke pasar-pasar skala besar seperti Pasar Tanah Abang (salah satu pasar pemasok terbesar di Asia Tenggara), Pasar Thamrin, Jakarta, beberapa mal besar di beberapa kota besar. Bahkan lebih parahnya lagi, telah banyak dijumpai dijual di Pasar Beringhardjo sebagai pasar rakyat kawasan Malioboro dan area sekitarnya.

Advertisement

Hal ini sangat memukul pengusaha rumahan kecil dan menengah di Yogyakarta untuk bersaing dalam memproduksi dan memasarkan produk mereka. Maka dari itu pengusaha tersebut terancam gulung tikar karena ongkos produksi yang susah ditekan karena mempertahankan kualitas produk lokal yang lebih baik dibanding dengan produk dari Cina.

Berdasarkan observasi saya dan teman-teman pada Januari 2018 lalu, para pejalan kaki (pedestrian) di jalan malioboro justru cenderung lebih tertarik dengan batik yang harganya lebih murah tanpa peduli akan kualitasnya. “Antara sebelum adanya perdagangan bebas dan setelah adanya perdagangan bebas batik lokal mengalami sedikit penurunan,” keluh salah satu pegawai dari mirota batik. Pengusaha waralaba yang telah memahami keadaan pada tersebut cenderung melakukan beberapa langkah pelestarian.

Untuk menyelamatkan para pengrajin batik lokal kecil dan menengah mirota batik memberikan masyarakat lokal wadah untuk memasarkan produk mereka dengan lebih baik. Salah satu pengusaha waralaba lokal yaitu pemilik dari mirota batik yang mempunyai prinsip untuk lebih mengoptimalkan produksi dan pemasaran batik lokal. Pemilik toko yang cukup terkenal di Malioboro ini telah memiliki beberapa cabang pusat perbelanjaan oleh-oleh khas Yogyakarta sekaligus beberapa restoran dimana mayoritas pekerjanya adalah generasi muda yang masih dalam masa perkuliahan.

Hal ini sekaligus membantu dalam upaya mendorong kemajuan perekonomian daerah dan mendidik generasi muda akan pentingnya pelestarian budaya dan mengembangkan kearifan lokal. Ide untuk memberi wadah pemasaran tersebut dijalankan dengan memprioritaskan para pengrajin lokal untuk menitipkan penjualan produk mereka ke pasaran konsumen lokal bahkan internasional.

Agar lebih menarik konsumen, mereka berinisiatif mengemas dengan kemasan yang lebih representatif agar produk dapat lebih dikenal luas dan di ekspor hingga ke mancanegara. Selain itu, Produk-produk yang ditawarkan harus memiliki kualitas yang sesuai atau lebih tinggi dengan biaya yang dikeluarkan konsumen. Inisiatif ini bertujuan agar masyarakat lokal akan mengurangi bahkan tidak tertarik lagi menjual batik maupun barang-barang yang berasal dari luar.

Setelah melakukan wawancara kepada beberapa pejalan kaki, mayoritas mengemukakan bahwa “produk-produk dari cina bisa membuat perekonomian indonesia mengalami penurunan, karena bisa berpotensi mengalami kebangkrutan bagi perusahaan dalam negeri. Bangkrutnya perusahan tersebut disebabkan karena ketidaksiapan para pelaku bisnis Indonesia, terutama bisnis menengah dan kecil dalam bersaing”.

Pemerintah perlu mensosialisasikan rasa cinta produk dalam negeri kepada masyarakatnya karena produk yang dihasilkan dalam negeri memiliki kualitas yang tidak kalah sama dengan yang diproduksi oleh cina. Semangat cinta masyarakat terhadap produk dalam negeri perlu dibangun kembali. Seperti yang dikatakan Bapak Heppy Trenggono (founder dan CEO United Balimuda Group) “Membeli produk bukan karena lebih baik, bukan karena lebih murah tapi karena buatan Indonesia. Membela Indonesia adalah sikap jelas dalam pembelaan. Membela martabat bangsa, membela kejayaan bangsa, serta menghidupkan persaudaraan. Aku ada untuk kamu, kamu ada untuk aku, kita ada untuk tolong menolong”.

Jadi sebaiknya kita harus banyak belajar dari negara berkembang salah satunya seperti Korea Selatan. Salah satu faktor yang menyebabkan Korea Selatan mempunyai perekonomian yang baik adalah rasa nasionalis yang tinggi, yaitu mencintai produk dalam negeri. Sebaiknya kita meniru perilaku tersebut. Dan yang terpenting adalah kesadaran dari dalam diri kita, bukannya dalam bentuk paksaan. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang memiliki jumlah penduduk yang besar sehingga memiliki potensi pangsa pasar yang cukup luas sebagai upaya mendongkrak perekonomian.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya