Menulis adalah sesuatu hal yang dapat kamu lakukan selagi menunggu seseorang. Menulis adalah sesuatu hal yang dapat kamu lakukan ketika harimu tak sesuai harapan. Menulis juga adalah sesuatu yang dapat kamu lakukan ketika merasa ada yang tak dapat kamu katakan. Susunan abjad membentuk kalimat yang dapat dimengerti semua orang adalah sebuah media komunikasi.

Advertisement

Berbagai cara menulis dan makna kiasan kian beragam berasal dari penulis itu sendiri. Terkadang ada yang mudah dimengerti ada pula yang sukar dipahami. Intinya, menulis adalah penyampaian, ekspresi dan interaksi.

Saya mulai menulis hal yang aneh sejak SD. Ketika itu hampir tak ada satu lembar pun tulisan buah karya saya yang dapat dibilang menguedukasi. Jauh dari nilai nilai asas Pancasila. Berlanjut ke tingkat sekolah seterusnya, kebiasaan untuk menulis tergantikan dengan kegemaran seni menggambar. Boleh dibilang kepiawaian saya dalam hal seni menggambar objek dua dimensi secara abstrak dapat menyaingi seniman abad pencerahan. Setidaknya sebelum saya kembali bosan dan mengetahui bahwa nilai kesenian dalam rapor tak begitu membanggakan.

Advertisement

Memasuki masa remaja putih abu –abu, kegemaran masa lampau kembali muncul. Sejarah memang kadang terulang, begitu pula dengan tulis menulis. Entah dari mana mulainya, sisi gelap bakat saya kembali diterangi oleh cahaya terang benderang dari tulis menulis. Dalam tiga tahun masa sekolah saya bahkan dapat menelurkan tiga buah buku. Tentu saja bukan dengan bantuan tangan penerbit, hanya sebuah tulis tulisan disela waktu istirahat yang dikumpulkan dalam sebuah buku tulis. Ketahuilah, penggemar saya lumayan banyak.

Mau dibilang suka menulis sebenarnya juga tidak. Saya justru lebih suka seni fotografi. Keren kan? Tetap saja, rasanya ingin menulis suatu hal adalah hal yang paling saya lakukan ketika segala sudah berubah tak karuan. Sebutlah tadi, hari yang tak diharapkan.

Alih alih menyewa sebuah kamera selama satu hari dengan harga setara makan saya selama seminggu, saya lebih memilih untuk menulis. Rasanya saya tahu bagaimana menjadi orang yang kebanyakan bakat, hadeh.

Tulisan sudah ada bahkan sebelum instastory memiliki fitur tanya jawab. Bahkan pada zaman batu sekalipun, manusia berkomunikasi tak hanya dari mulut ke mulut yang mungkin isinya cuma kata “uga uga uga” atau “huh u ha ha” sambil menunjuk sebuah goa, mereka juga menulis.

Sejarawan banyak menemukan tulisan tulisan yang terukir di dinding goa, bersamaan dengan gambar gambar objek lainnya. Sepertinya manusia memang memiliki masalah dalam hal kelebihan bakat dari dulu. Semua sama, untuk berkomunikasi dan memberitahu suatu hal kepada yang lain. Itulah fungsi dari tulisan. Membuat kata yang tak terucap dapat ditangkap lewat kalimat.

Ada satu jenis dari sekian banyak jenis manusia yang selalu menggunakan tulisan untuk berkomunikasi, lebih tepatnya mengungkapkan emosi. Tahu sendiri, kadang kadang interaksi sosial tak berjalan semestinya ketika ada di lingkungan. Mungkin karena terlalu malu atau takut untuk menerima sebuah kenyataan. Halah.

Untuk itulah rasanya menulis dapat memberikan sebuah rasa nyaman dalam penyampaian. Sebuah terapi bagi yang membutuhkan tempat untuk mencurahkan pikiran, dan tentu saja perasaan. Daripada hanya berkata “uga uga uga” dan tak tersampaikan makna sebenarnya, tulis sajalah.

Saya dan bahkan kamu pasti pernah mengalaminya. Ketika tak tahu harus marah dengan siapa, kamu tuliskan segala emosimu ke dalam sebuah tulisan. Mungkin dalam lembaran kertas atau paling umum dalam sebuah linimasa status. Atau seseorang yang sedang gundah gulana akan perasaannya dan tak bisa tersampaikan, maka menuliskannya menjadi sebuah obat romantika perjalanan perasaan.

Ya memang kadang tak terbalaskan. Lalu ada yang menuliskan rasa bahagianya ke dalam sebuah tulisan yang ketika orang orang membacanya, seolah masuk ke dalam ruang kebahagiaan itu sendiri dan merasakannya. Juga pula tak ketinggalan manusia manusia penikmat kesedihan yang dapat diketahui lewat tulisan menyayatnya dalam menimbulkan tetesan air mata.

Dengan sebuah tulisan, seseorang menempatkan dirinya sedalam dalamnya. Mencurahkan segala apa yang ia alami dan menciptakan dunianya sendiri.


 Beberapa orang memang kadang tak selihai itu dalam mengolah kata didepan orang lain. Rasa gugup, rasa takut, malu dan minim kata juga menjadi kendala. Akhirnya bukan tersampaikan secara benar dan utuh, malah terjadi kesalahpahaman. Maka menulis terkadang menjadi satu jalan untuk bisa berbicara. Bagi mereka yang sedang tak tahu harus berkata apa kepada teman, bagi mereka yang malu untuk berkata suka kepada seseorang, bagi mereka yang takut berbicara kepada beberapa orang. Tulislah. Semoga yang kamu inginkan dapat tersampaikan.


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya